Selasa 11 Jun 2024 15:02 WIB

Disdik DKI Sudah Miliki Data Remaja yang Olok-Olok Korban Genosida Palestina

Disdik DKI Jakarta akan memfasilitasi remaja tersebut untuk minta maaf.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: A.Syalaby Ichsan
Tangkapan layar bercandaan makan darah dan tulang anak Palestina.
Foto: Twitter Tangkapan Layar
Tangkapan layar bercandaan makan darah dan tulang anak Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta buka suara soal video sejumlah remaja perempuan yang membuat video parodi mengenai Palestina. Mengingat, orang yang membuat dan mengunggah video itu merupakan siswa SMPN 216 Jakarta.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Provinsi DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, pihaknya mengecam perilaku anak-anak dalam video tersebut. Pihak SMPN 216 Jakarta disebut telah memanggil siswa yang bersangkutan dan keluarganya untuk meminta maaf. Namun, empat anak lainnya yang ada di video itu disebut bukan merupakan siswa SMPN 216 Jakarta. "Empat orang bukan siswa SMPN 216," kata dia saat dikonfirmasi, Selasa (11/6/2024).

Baca Juga

photo
Kepala Disdukcapil Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaludin di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2024). - (Republika.co.id/Bayu Adji Prihammanda)

Kendati demikian, Budi mengaku sudah mendapatkan data terkait empat anak yang ada dalam video itu. Menurut dia, empat anak itu nantinya akan dikumpulkan. Ia menambahkan, Disdik Provinsi DKI Jakarta akan memfasilitasi anak-anak itu untuk meminta maaf. "Nanti akan kami kumpulkan, kami fasilitasi lah mereka mengklarifikasi dan meminta maaf atas kejadian itu," ujar Budi. 

Sebelumnya, sebuah video yang merekam empat anak perempuan di restoran cepat saji viral di media sosial. Pasalnya, empat anak itu membuat lelucon sadis mengenai Palestina saat sedang menyantap makanan di restoran yang diduga menjadi sasaran boikot itu.

 

Video itu pertama kali diunggah melalui fitur stories Instagram akun @chirenggs. Namun, video itu kembali diunggah di medsos sosial X dan menjadi viral karena lelucon mereka dinilai tak berempati terhadap Palestina. 

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement