Kamis 25 Apr 2024 21:35 WIB

Pecah Kepadatan Wisatawan di Gumaton, Pemkot Lirik Kembangkan Kotabaru

Pemkot Yogyakarta akan kembangkan Kotabaru sebagai destinasi wisata gantikan Gumaton.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Bilal Ramadhan
Pelajar SMPN 8 Yogyakarta membawa maket Tugu Pal Putih saat karnaval. Pemkot Yogyakarta akan kembangkan Kotabaru sebagai destinasi wisata gantikan Gumaton.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Pelajar SMPN 8 Yogyakarta membawa maket Tugu Pal Putih saat karnaval. Pemkot Yogyakarta akan kembangkan Kotabaru sebagai destinasi wisata gantikan Gumaton.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Kawasan Tugu, Malioboro, dan Keraton (Gumaton) masih menjadi destinasi utama di Kota Yogyakarta. Bahkan, kepadatan wisatawan masih berpusat di kawasan tersebut, terutama pada libur Lebaran 2024 lalu

Untuk memecah kepadatan wisatawan, Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Yogyakarta mengembangkan destinasi alternatif di kawasan penyangga Gumaton. Salah satunya di kawasan Kotabaru, dimana kawasan tersebut dikembangkan menjadi destinasi wisata malam. 

Baca Juga

“Kita tidak boleh bertumpu pada destinasi utama kita di Gumaton. Kita berupaya mengangkat potensi kawasan-kawasan penyangga Gumaton, yang paling dekat Kotabaru,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Kamis (25/4/2024). 

Wahyu menyebut, Kotabaru memiliki keunikan dan story telling menarik sebagai salah satu kawasan cagar budaya. Dalam rangka mengembangkan kawasan Kotabaru, pihaknya menggelar berbagai kegiatan yang diberi nama Kotabaru Ceria. 

Event tersebut dimulai pada 27 April 2024 ini, dan nantinya akan digelar rutin tiap sebulan sekali. Kegiatan ini akan digelar tiap bulannya sejak pukul 14.00 WIB hingga 10.00 WIB, tepatnya di Jalan Suroto.

“Kegiatan ini dimulai 27 April dan rutin akan kita laksanakan tiap satu bulan sekali, agar bisa lebih mengangkat kawasan cagar budaya ini menjadi salah satu destinasi pariwisata alternatif siang hari maupun malam hari, untuk bisa memecah keramaian yang saat ini terpusat di Malioboro,” ucap Wahyu.

Menurutnya, mayoritas kegiatan yang digelar dalam Kotabaru Ceria yakni masih pagelaran musik. Selama digelarnya kegiatan tersebut, pihaknya juga tidak akan melakukan penutupan jalan agar tidak menambah perlambatan laju kendaraan maupun keramaian yang ada di Kota Yogyakarta.

“Kita manfaatkan boulevard dan public space yang ada di Jalan Suroto untuk bisa kita ditampilkan berbagai aktivitas kesenian yang bisa menarik perhatian wisatawan, sehingga mereka tidak kesulitan lagi menemukan alternatif destinasi wisata malam,” jelasnya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement