Rabu 17 Apr 2024 20:13 WIB

Pengamat: Peluang Anies Nyagub Lagi Fifty-Fifty

Nasdem mengungkap dukungan secara terbuka untuk mengusung Anies.

Rep: Eva Rianti/ Red: Agus raharjo
Capres nomor urut 01 Anies Baswedan saat memberikan keterangan pers usai open house Hari Raya Idulfitri di Pendopo Anies Baswedan, Lebak Bulus Dalam, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2024) petang.
Foto: Republika/Eva Rianti
Capres nomor urut 01 Anies Baswedan saat memberikan keterangan pers usai open house Hari Raya Idulfitri di Pendopo Anies Baswedan, Lebak Bulus Dalam, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2024) petang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai peluang Anies Baswedan untuk maju kembali di kontestasi Pilgub DKI Jakarta bakal fifty-fifty. Anies telah mendapatkan lampu hijau dari Partai Nasdem dan peluang satu periode lagi, tetapi mesti mengkalkulasi kekuatan dirinya dan parpol.

“Peluangnya fifty-fifty, mungkin maju mungkin tidak. Anies melihat situasi dan kondisi, dia masih punya peluang karena kan belum dua periode (jadi Gubernur DKI Jakarta), jadi punya kesempatan untuk ikut kontestasi November nanti,” kata Ujang saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (17/4/2024).

Baca Juga

Kemudian, Ujang mengatakan, keseriusan parpol dalam mengusung Anies juga mesti konsisten dan membangun koalisi. Diketahui, baru-baru ini Partai Nasdem mengungkap dukungan secara terbuka bakal mengusung Anies jika Anies memang ingin maju kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta. Namun dukungan itu perlu didapat juga dari parpol-parpol lainnya. 

“Kalau Nasdem saja kan mesti berkoalisi dengan partai lain, jadi 20 persen kekuatan di kursi DPRD-nya. Nasdem membuka peluang, ya tinggal partai-partai lain membuka peluang atau tidak, sehingga tiket pendaftaran 20 persen kursi di DPRD tercapai,” tuturnya.

Ujang menegaskan, kuat atau tidaknya peluang Anies maju kembali di Pilgub DKI ada pada keinginan keras atau tidak dari Anies Baswedan serta dukungan penuh dari parpol. Terutama Koalisi Perubahan (Nasdem, PKB, PKS), jika ingin melanjutkan koalisi dari Pilpres melebarkan sayap ke Pilgub.

“Jadi ya kita tunggu saja partai koalisi dan Anies apakah sungguh-sungguh mengusung Anies kembali. Apakah Koalisi Perubahan yang mengusung atau tidak kita lihat saja nanti perkembangan dinamikanya,” lanjutnya.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh dikabarkan memberikan restu kepada Anies Baswedan, jika capres nomor urut 1 di Pilpres 2024 itu ingin mencalonkan diri menjadi calon gubernur di Pilkada DKI Jakarta 2024. Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya.

“Komunikasi sudah. Kita cek ombak sama Mas Anies, pada 18 Maret Pak Surya menyampaikan 'politik ini kan kartu enggak boleh mati, kalau Bung Anies mau maju Pilkada monggo Nasdem siap',” ungkap Willy menirukan dialog Surya Paloh dengan Anies, di Nasdem Tower, Senin (15/4/2024).

Namun Willy mengatakan, Nasdem telah memiliki beberapa kandidat yang akan diusung maju di Pilkada November 2024 mendatang. “Kalau di sini namanya mengerucut ya pasti lah Ahmad Sahroni, pasti lah Wibi Andrino, ya bisa jadi Anies Baswedan sendiri,” ujar Willy.

Lantas menurut penuturannya, pada saat bertemu dengan Surya Paloh, Anies menyampaikan bahwa dirinya ingin fokus terlebih dahulu pada sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK). Penyelesaian sengketa PHPU sendiri kini sudah berproses dan tinggal keputusan yang dijadwalkan pada Senin (22/4/2024).

“Mas Anies menjawabnya: 'Saya akan menyelesaikan proses MK',” ujar Willy.

Partai Koalisi Perubahan –Nasdem, PKB, PKS- sebelumnya telah melakukan pertemuan membahas soal Pilkada DKI di Nasdem Tower, Jakarta Pusat pada Jumat (16/3/2024). Pertemuan itu dihadiri diantaranya Sekjen Partai Nasdem Hermawi Taslim, Sekjen PKB Hasanuddin Wahid, Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Ketua DPW PKS DKI Jakarta Khoirudin, serta Sekretaris DPW Partai Nasdem yang kini menjadi Ketua DPW Partai Nasdem DKI Jakarta Wibi Andrino.

Pertemuan tersebut mengonfirmasi bahwa Koalisi Perubahan memang melebarkan sayap untuk melanjutkan koalisi di tingkat Pilgub DKI Jakarta yang bakal berlangsung November 2024 mendatang. Dalam pertemuan itu, Ketua DPW PKS DKI Jakarta Khoirudin menyampaikan, Anies sangat memungkinkan untuk dijagokan lagi dalam Pilgub DKI jika kalah di Pilpres.

Kendati demikian, pertemuan partai Koalisi Perubahan tersebut merupakan konsolidasi yang dilakukan sebelum pengumuman Pilpres 2024 oleh KPU pada 20 Maret 2024. Pemenang Pilpres 2024 yang diumumkan oleh KPU RI tidak lain adalah Prabowo-Gibran, paslon 02 yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM). Belakangan juga santer, dengan hasil tersebut, Koalisi Perubahan menjadi terpencar, sehingga isu Pilgub DKI yang menyeret nama Anies untuk diusung Koalisi Perubahan juga menjadi simpang siur.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement