Rabu 17 Apr 2024 16:56 WIB

Enam Warga DKI Jakarta Meninggal Akibat DBD, Heru Budi: Warga Harus Melaksanakan 3M

Warga meninggal dunia akibat DBD tersebar di Jaktim, Jaksel dan Jakpus

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Tenaga kesehatan mengecek kondisi kesehatan pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSUD Taman Sari, Jakarta, Selasa (16/4/2024). Sebanyak 14 pasien kasus DBD dirawat di rumah sakit tersebut yang mayoritas 70 persen pasiennya merupakan anak-anak usia SD dan SMP. Peningkatan kasus DBD dimulai sejak Desember 2023 hingga mencapai puncaknya pada April 2024  yang diakibatkan musim hujan yang meningkatkan kelembapan udara sehingga nyamuk mudah berkembang biak.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Tenaga kesehatan mengecek kondisi kesehatan pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSUD Taman Sari, Jakarta, Selasa (16/4/2024). Sebanyak 14 pasien kasus DBD dirawat di rumah sakit tersebut yang mayoritas 70 persen pasiennya merupakan anak-anak usia SD dan SMP. Peningkatan kasus DBD dimulai sejak Desember 2023 hingga mencapai puncaknya pada April 2024 yang diakibatkan musim hujan yang meningkatkan kelembapan udara sehingga nyamuk mudah berkembang biak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mencatat terdapat 3.875 kasus demam berdarah dengue (DBD) sejak 1 Januari-16 April 2024. Dari total kasus itu, ada enam warga yang dilaporkan meninggal dunia.

"Ya mas, sampai tanggal 16 April ada enam orang yang meninggal," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati saat dikonfirmasi Republika, Rabu (17/4/2024).

Ia menyebutkan, warga meninggal dunia akibat DBD tersebar di sejumlah wilayah, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat. Apabila dirinci per kecamatan, kasus DBD yang menyebabkan meninggal dunia terjadi di Kecamatan Duren Sawit, Kebayoran Lama, Tanah Abang, Tebet, dan Johar Baru.

Adapun total kasus DBD hingga 16 April 2024 mencapai 3.875 kasus. Kasus DBD paling tinggi ditemukan pada Maret 2024, yaitu mencapai 2.163 kasus. Sementara pada Januari 310 kasus, Februari 767 kasus, dan April sementara 635 kasus.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan, harus dilakukan upaya bersama untuk mencegah kasus DBD. Setiap warga juga harus melaksanakan 3M. 

"Kita harus sama-sama untuk menyelesaikan DBD, masing masing warga untuk melaksanakan 3M. Antisipasi semuanya. Di tempat saya juga ada beberapa yang kena," kata dia,  Selasa (16/4/2024).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement