Jumat 29 Mar 2024 13:40 WIB

UMJ dan Pemerintah Malaysia Rencanakan Kerja Sama di Bidang Pendidikan

Penjajakan kerja sama dilakukan untuk menerima pelajar Malaysia di FKK UMJ

Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan Pemerintah Malaysia merencanakan kerja sama dalam bidang pendidikan. Rencana itu sejalan dengan adanya penjajakan dan pertemuan antara Rektor UMJ Prof Dr Mamun Murod, MSi, dan Timbalan Menteri Sumber Daya Malaysia Datuk Mustapha Sakmud, di Kuala Lumpur, Selasa (26/03/2024).
Foto: dok UMJ
Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan Pemerintah Malaysia merencanakan kerja sama dalam bidang pendidikan. Rencana itu sejalan dengan adanya penjajakan dan pertemuan antara Rektor UMJ Prof Dr Mamun Murod, MSi, dan Timbalan Menteri Sumber Daya Malaysia Datuk Mustapha Sakmud, di Kuala Lumpur, Selasa (26/03/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan Pemerintah Malaysia merencanakan kerja sama dalam bidang pendidikan. Rencana itu sejalan dengan adanya penjajakan dan pertemuan antara Rektor UMJ Prof Dr Ma’mun Murod, MSi, dan Timbalan Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia Datuk Mustapha Sakmud, di Kuala Lumpur, Selasa (26/03/2024).

Dalam pertemuan itu, Ma’mun didampingi Wakil Rektor II Dr Ir Mutmainah MM, Dekan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) Dr dr Tri Ariguntar Wikanningtyas, SpPK, dan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Ir Hamka Hendra Noer MSi, PhD.

Ma’mun menerangkan bahwa penjajakan kerja sama itu dilakukan untuk menerima pelajar dari Malaysia yang akan menempuh studi khususnya di FKK UMJ dan tidak menutup kemungkinan untuk fakultas lainnya. Hal itu dikarenakan jumlah fakultas kedokteran di Malaysia belum sebanding dengan tingginya kebutuhan dokter di sana. 

“Pemerintah Malaysia tahu bahwa Muhammadiyah cukup serius dalam mengelola pendidikan, oleh karenanya mereka tertarik mengirim pelajarnya untuk studi di FKK UMJ, dan tidak menutup kemungkinan di PTMA (Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah) lainnya,” kata Ma’mun saat dimintai keterangan, Rabu (27//03/2024).

Menurut Ma’mun, Pemerintah Malaysia memberikan respons yang sangat baik dan cukup serius merencanakan kerja sama itu. Hal itu ditunjukkan dengan penerimaan Pemerintah Malaysia yang sangat baik terhadap UMJ.

“UMJ diterima oleh Timbalan Menteri dan berbincang banyak hal. Selain itu, kami juga berkesempatan berkunjung ke Parlemen Malaysia dan bertemu Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim, dan istrinya, Wan Azizah Wan Wan Ismail yang juga Presiden Partai Keadilan Nasional. Kami sempat bertukar cendera mata. Saya memberikan dua buku dan satu cendera mata,” tutur Ma’mun.

Dalam rangkaian kunjungan itu, Ma’mun juga berkesempatan bertemu dengan mantan Perdana Menteri Malaysia yaitu Tan Sri Muhyiddin Yassin, Dekan dan beberapa Timbalan Dekan Faculty of Social Science and Humanity Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), serta salah satu Dekan dari Universiti Putra Malaysia (UPM).

Ma’mun mengaku ada perbincangan yang cukup panjang terkait kemungkinan kerja sama antara kedua perguruan tinggi tersebut dengan UMJ. Penjajakan ini akan dilanjutkan dengan kunjungan balasan dari Pemerintah Malaysia dan beberapa perguruan tinggi ke UMJ dalam waktu dekat.

Kerja sama ini tidak hanya dalam lingkup pengiriman pelajar, tetapi juga penyediaan lowongan kerja bagi alumni UMJ. Selain itu, ada pula program magang bagi mahasiswa semester 6 ke atas yang dapat dikonversi menjadi SKS dan tugas akhir.  

“Nanti Timbalan Menteri akan berkunjung ke UMJ mengajak beberapa kampus dari sana. Kami juga akan menjajaki kerja sama dengan Akademik di sana untuk penyediaan tenaga kerja bagi alumni UMJ,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement