Sabtu 23 Mar 2024 12:50 WIB

Perkumpulan Warga Muda Sambut Ajakan Kolaborasi dalam Indonesia Future Network

Mereka merasa terhormat dapat turut berkontribusi dalam program IFN ini.

Diskusi mengenai Indonesia Future Network di Kantor Staf Presiden.
Foto: Dok. Ifn
Diskusi mengenai Indonesia Future Network di Kantor Staf Presiden.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perkumpulan Warga Muda menyambut baik inisiatif Kantor Staf Presiden untuk membentuk Indonesia Future Network (IFN). IFN merupakan wadah bagi anak-anak muda berbagai latar belakang untuk berjejaring, berbagi ide, dan merumuskan solusi untuk tantangan masa depan Indonesia.

"Kami merasa terhormat dapat turut berkontribusi dalam program IFN ini. Sebagai perkumpulan yang berfokus mendorong partisipasi dan representasi anak-anak muda Indonesia, Warga Muda senantiasa berusaha mengembangkan kolaborasi lintas sektor untuk pembangunan bangsa," ungkap Bilal Sukarno, Direktur Eksekutif Warga Muda, dikutip pada Sabtu (23/3/2024). 

Baca Juga

Bilal menekankan pentingnya sinergi publik-swasta-masyarakat  Public-Private-People Partnership/4P) dalam agenda pembangunan. "Perkumpulan Warga Muda berusaha secara konsisten menginisiasi dan menguatkan 4P untuk berkontribusi sekaligus bekerjasama dalam agenda-agenda pembangunan sumber daya manusia. Menyambut Indonesia Emas 2045, IFN menjadi salah satu upaya mendorong keterlibatan semua sektor tersebut," ujarnya.

Melalui IFN, anak-anak muda dari berbagai sektor seperti swasta, pemerintah, LSM, dan organisasi lainnya dapat mengintegrasikan visi dan ide mereka untuk Indonesia masa depan. Diskusi dan rekomendasi IFN akan menjadi masukan berharga bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

"Generasi muda adalah kunci dari keberhasilan pembangunan bangsa. Kami mengapresiasi Kantor Staf Presiden yang membuka ruang aspirasi bagi kami untuk turut berkontribusi melalui IFN ini," kata Bilal.

IFN akan digelar sebulan sekali mulai Februari hingga September 2024, mengumpulkan anak-anak muda yang saat ini berada di middle management dari berbagai bidang untuk berdiskusi memecahkan permasalahan.Mulai dari isu kesehatan, kebijakan publik, pendidikan, pangan, energi dan lingkungan, industri, serta teknologi informasi dan komunikasi. 

IFN merupakan program kolaborasi multipihak antara Kantor Staf Presiden dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Pijar Foundation, dan Perkumpulan Warga Muda.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan IFN juga turut merumuskan kebijakan-kebijakan menuju Indonesia Emas 2045 melalui berbagai diskusi.

"Hasil dari setiap diskusi akan menjadi rekomendasi bagi pemerintah saat ini maupun pemerintahan yang akan datang," kata Moeldoko pada konferensi pers Kick off Indonesia Future Network (IFN), seperti dilansir dari Antara

 

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement