Kamis 21 Mar 2024 13:20 WIB

Mahasiswa Kampus Mengajar Lakukan Observasi Sekolah dan Rencanakan Aksi Kolaborasi

Hasil observasi nantinya akan menjadi dasar menyusun proyek kolaboratif.

Setelah sukses melaksanakan kegiatan Pelepasan mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 7, tahapan berikutnya adalah kegiatan Observasi sekolah.
Foto: Dok. Universitas BSI
Setelah sukses melaksanakan kegiatan Pelepasan mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 7, tahapan berikutnya adalah kegiatan Observasi sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Setelah sukses melaksanakan kegiatan Pelepasan mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 7, tahapan berikutnya adalah kegiatan Observasi sekolah yang berlangsung dari pada 27 Februari hingga 2 Maret 2024. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari misi mahasiswa yang ditugaskan dalam program Kampus Mengajar Angkatan 7 di berbagai sekolah.

Siti Masripah selaku dosen Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) sekaligus Dosen Pendamping Lapangan pada program Kampus Mengajar Angkatan 7 mengatakan, tujuan dari kegiatan observasi ini adalah untuk mengenali lingkungan sekolah, memahami kondisi lingkungan serta proses belajar mengajar yang berlangsung.

Baca Juga

“Hasil observasi ini nantinya akan menjadi dasar untuk menyusun sebuah proyek kolaboratif yang akan dikerjakan oleh mahasiswa untuk sekolah yang ditugaskan,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Kamis (21/3/2024).

Ia menjelaskan, dalam rangka observasi ini, para mahasiswa yang terdiri dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia melakukan observasi di SDN Nanggerang 1 dan SDN Surakarya 1. Mereka dibimbing oleh guru pamong yang ditunjuk langsung oleh kepala sekolah untuk mendampingi kegiatan Kampus Mengajar Angkatan 7.

“Setelah melakukan observasi, para mahasiswa diminta untuk menyusun Rencana Aksi Kolaborasi (RAK) berdasarkan temuan yang ditemukan. RAK ini kemudian akan didiskusikan dengan Dosen Pendamping Lapangan untuk mendapatkan masukan-masukan. RAK yang telah disetujui kemudian akan disampaikan kepada pihak sekolah,” ungkapnya.

Pada Sabtu, 9 Maret 2024, di SDN Nanggerang 1, dilaksanakan forum diskusi dengan pihak sekolah yang dihadiri oleh kepala sekolah, guru pamong, guru-guru kelas, dosen pendamping lapangan, dan mahasiswa.

“Mahasiswa memaparkan RAK yang telah disusun dan meminta masukan dari pihak sekolah agar RAK tersebut dapat disetujui dan dijalankan bersama-sama di sekolah. Salah satu RAK yang diusulkan adalah pembangunan Taman Baca,” jelasnya.

Sementara itu, kegiatan serupa bagi mahasiswa SDN Surakarya 1 akan diagendakan pada Senin, 16 Maret 2024 mendatang. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan sekolah dan pendidikan di lingkungan sekitarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement