Rabu 13 Mar 2024 22:54 WIB

104 Bencana Alam Terjadi di Jateng Sejak Awal 2024

Pada periode yang sama pada 2023, jumlah bencana di Jeteng lebih banyak yaitu 190.

Banjir di Grobogan, Jawa Tengah (ilustrasi). BPBD Jateng mencatat setidaknya terjadi 104 bencana alam di Jateng sejak awal 2024.
Foto: ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
Banjir di Grobogan, Jawa Tengah (ilustrasi). BPBD Jateng mencatat setidaknya terjadi 104 bencana alam di Jateng sejak awal 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat setidaknya telah terjadi 104 bencana alam yang melanda wilayah tersebut sejak awal 2024. Kepala Bidang Kebencanaan BPBD Jateng Muhammad Chomsul mengatakan, bencana sebanyak itu terdata mulai 1 Januari hingga 8 Maret 2024.

Jumlah kejadian bencana alam tersebut, katanya, lebih sedikit dibandingkan dengan periode yang sama pada 2023 yang tercatat sebanyak 190 kali bencana. Dari 104 bencana tersebut, ia menyebutkan, paling mendominasi adalah dampak cuaca ekstrem dengan 47 kejadian, yakni banjir 37 kejadian, tanah longsor 18 kejadian, dan kebakaran gedung atau permukiman sebanyak dua kejadian.

Baca Juga

"Bencana yang mendominasi adalah bencana hidrometeorologi, seperti cuaca ekstrem, banjir, dan tanah longsor," katanya.

Menurut dia, dampak kerusakan akibat bencana tahun ini pun beragam, yakni sebanyak 1.162 rumah rusak, kemudian 59.428 rumah terendam banjir, 367 fasilitas umum rusak, serta 13 perkantoran dan jembatan mengalami kerusakan. "Total taksiran kerugian material Rp5,8 miliar," katanya.

Muhammad Chomsul menjelaskan, bencana alam tersebut mengakibatkan korban jiwa sebanyak 12 orang, 20 orang mengalami luka-luka, 34.978 jiwa harus mengungsi, 205.826 masyarakat ikut terdampak, serta 11.762 hektare lahan atau sawah rusak. Karena itu, Chomsul mengimbau pada masyarakat agar tetap waspada, apalagi akhir-akhir ini cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah di Jateng yang berpotensi menimbulkan banjir dan tanah longsor.

"Waspadai dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan air, pohon tumbang, dan jalan licin," katanya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjauh dari bantaran sungai, daerah rawan banjir, lereng yang rawan longsor, dan memantau perkembangan cuaca terkini dari lembaga-lembaga resmi, seperti BMKG dan BPBD. "Kami imbau siapkan rencana kesiapsiagaan keluarga dan tas siaga bencana, serta hubungi petugas jika ada potensi bencana dan terjadi bencana," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement