Sabtu 02 Mar 2024 09:36 WIB

Untuk Acuan Kebijakan, BPS Paparkan Tren Kunjungan Wisman di Jatim

Kunjungan wisman pada Januari 2024 naik sebesar 59,56 persen.

  Suasana tempat Wisata Umbulan Tanaka di dekat Gunung Kawi wilayah Wonosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Foto: Wilda Fizriyani
Suasana tempat Wisata Umbulan Tanaka di dekat Gunung Kawi wilayah Wonosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Januari 2024 tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Timur melalui pintu masuk Bandara Juanda mencapai sebanyak 17.196 kunjungan. "Kondisi ini mengalami penurunan dibandingkan pada Desember 2023 yang mencapai 23.244 kunjungan," ucap Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Zulkipli saat menyampaikan Berita Resmi Statistik di Surabaya, Jatim, Jumat (1/3/2024).

Namun, lanjutnya, jumlah kunjungan wisman pada Januari 2024 naik sebesar 59,56 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, yang berjumlah 10.777 kunjungan. Sementara, kata Zulkipli, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Jawa Timur pada Januari 2024 mencapai rata-rata 45,02 persen atau turun sebesar 17,75 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca Juga

"Pada Desember 2023 mencapai rata-rata 62,77 persen," katanya. Untuk TPK hotel bintang dua, lanjutnya, merupakan yang tertinggi dibandingkan hotel berbintang lainnya, yakni sebesar 51,17 persen.

"TPK hotel bintang satu sebesar 33,22 persen, bintang tiga 45,93, bintang empat 46,08 dan bintang lima 35,85," katanya. Sementara, untuk TPK hotel klasifikasi nonbintang di Jawa Timur pada Januari 2024 mencapai rata-rata 23,39 persen atau turun sebesar 6,58 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

"Pada Desember 2023 TPK hotel klasifikasi nonbintang mencapai 29,97 persen," tuturnya. Selanjutnya, untuk rata-rata lama menginap tamu (RLMT) asing pada hotel klasifikasi bintang selama Januari 2024 tercatat sebesar 1,58 hari.

"Hal ini mengalami penurunan sebesar 0,61 poin dibandingkan dengan bulan Desember 2023," ujarnya.

 

Sedangkan, RLMT keseluruhan pada Januari 2024, kata dia, sebesar 1,41 hari atau terjadi penurunan sebesar 0,01 poin jika dibandingkan Desember 2023.

 

"Untuk RLMT asing sebesar 1,58 sedangkan Indonesia 1,41," tuturnya.

 

Zulkipli berharap data BPS Jatim tersebut bisa dijadikan acuan bagi pemangku kepentingan untuk membuat kebijakan pada sepanjang 2024.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement