Jumat 01 Mar 2024 09:15 WIB

Ridwan Kamil Bakal Maju di DKI, Ini Komentar Eks Wagub Ariza

Eks Wagub Riza Patria ikut berkomentar soal wacana Ridwan Kamil maju ke Pilgub DKI.

Rep: Febryan A/ Red: Bilal Ramadhan
Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. Eks Wagub Riza Patria ikut berkomentar soal wacana Ridwan Kamil maju ke Pilgub DKI.
Foto: Republiika/Febryan A
Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. Eks Wagub Riza Patria ikut berkomentar soal wacana Ridwan Kamil maju ke Pilgub DKI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan wakil gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, merespons dengan santai ihwal dirinya dan sejumlah tokoh lain digadang-gadang sebagai kandidat calon gubernur untuk Pilkada DKI Jakarta 2024. Pria yang biasa disapa Ariza itu mengaku kenal baik dengan para tokoh yang diisukan bakal maju dalam pertarungan memperebutkan kursi DKI 1 tersebut.

Ariza mengaku berteman dengan Ahmed Zaki Iskandar yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, elite Partai Nasdem Ahmad Sahroni, dan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK). Khusus dengan RK, Ariza mengaku sudah berteman sejak lama dengan pria yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu.

Baca Juga

"Hubungan baik dengan Ridwan Kamil sudah lama ya. Sejak sebelum Kang Emil dicalonkan sebagai wali kota Bandung oleh Partai Gerindra dan PKS," kata Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta itu kepada wartawan di Jakarta Pusat, Kamis (29/2/2024).

Menurutnya, RK berhasil memimpin Kota Bandung. RK dinilai juga berhasil selama memimpin Jawa Barat periode 2018–2023. Dengen rentetan keberhasilan itu, dia menilai wajar RK digadang-gadang bakal menjadi cagub lagi untuk Jawa Barat atau maju di DKI Jakarta.

"Insya Allah nanti kalau Kang Emil mau lagi jadi cagub, apakah di Jawa Barat atau DKI tentu itu akan jadi kewenangan partai Golkar. Kita lihat nanti keputusan partai Golkar siapa yang diusung. Kita menghormati," kata Ariza.

Terkait peluang dirinya sendiri menjadi cagub, Ariza mengaku siap jika Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra menugaskan dirinya maju dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2024. Sebab, kata dia, setiap kader Gerindra harus siap melaksanakan setiap penugasan partai.

"Jadi, seluruh kader itu harus patuh, taat kepada keputusan dan harus siap di manapun ditunjuk, ditugaskan, amanah apapun diberikan, seluruh kader partai Gerindra harus siap," kata Ariza.

Kendati mengaku siap, Ariza menegaskan bahwa dirinya tidak akan meminta-minta jabatan atau tiket pencalonan kepada DPP Partai Gerindra. Menurutnya, kader Gerindra tidak terbiasa minta-minta, kasak-kusuk, ataupun bermanuver demi mendapatkan jabatan.

"(Siapa yang akan diusung sebagai cagub DKI), semuanya diserahkan kepada pimpinan. Tentu pimpinan punya hitungan-hitungan sendiri yang bijaksana untuk menentukan siapa yang akan diusung," ujar wagub pendamping Gubernur Anies Baswedan itu.

Karena itu, dirinya sebagai ketua DPD kini dalam posisi menanti keputusan DPP. "Siapa saja nanti yang diputuskan yang terbaik, saya selaku ketua DPD akan melaksanakan keputusan itu sebaik mungkin dan memperjuangkan siapapun yang nanti diputuskan," kata Ariza.

Ariza menambahkan, kalangan internal Partai Gerindra hingga saat ini belum membahas nama-nama kandidat cagub DKI Jakarta. Sebab, partainya masih fokus mengawal proses rekapitulasi suara hasil Pilpres dan Pileg 2024.

"Nanti 2024 kita liat ya keputusannya. Kondisinya sangat dinamis. Nanti akan diusung yang terbaik dari Partai Gerindra," ujarnya.

Pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta dijadwalkan bakal digelar pada November 2024. Sejumlah pengamat politik menilai, bakal banyak nama beken masuk bursa kandidat cagub DKI Jakarta.

Beberapa di antaranya adalah RK, Ariza, elite Partai Nasdem Ahmad Sahroni, dan eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Lalu, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono, hingga Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement