Selasa 10 Feb 2026 12:40 WIB

Dibantu China, Iran Kini Mampu Buat 300 Rudal Balistik Per Bulan

Kepala Staf IDF menginformasikan ke AS bahwa Iran mampu membuat 300 rudal per bulan.

Rudal canggih terbaru Iran, Qasim Bashir yang digadang-gadang mampu menembus pertahanan udara Israel.
Foto: Dok Kemenhan Iran
Rudal canggih terbaru Iran, Qasim Bashir yang digadang-gadang mampu menembus pertahanan udara Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Program rudal balistik Iran, saat ini diakui Israel sebagai ancaman terbesar daripada nuklir yang mereka yakini telah lumpuh sebagian akibat perang 12 hari. Jerusalem Post dalam laporannya pada Kamis (5/2/2026) menyebutkan bahwa Iran kini mampu memproduksi hingga 300 rudal balistik per bulan dengan bantuan China.

Kapasitas produksi rudal balistik Iran itu sampai menjadi bahasan khusus saat Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Yamir berkunjung ke Washington pekan lalu dan berdiskusi dengan petinggi militer dan diplomat top AS. Di Washington, Yamir dilaporkan melobi AS agar Trump mau mengambil tindakan keras terhadap program rudal balistik Teheran.

Baca Juga

Zamir menegaskan, selain pengayaan uranium, program rudal balistik kini juga menjadi garis merah bagi Israel. Jika perundingan antara AS dan Iran tak termasuk keputusan pembatasan program rudal balistik, Zamir dan IDF siap untuk melancarkan serangan sepihak terhadap infrastruktur rudal Iran.

Menurut sumber-sumber di lingkungan pejabat pertahanan, niat Israel untuk melucuti kemampuan Iran di bidang rudal termasuk infrastruktur produksinya menjadi pembahasan utama di Tel Aviv beberapa pekan terakhir. Pejabat militer Israel menyinggung konsep operasi militer dengan tujuan melemahkan program rudal Iran termasuk serangan ke pabrik-pabriknya.

"Kami memberi tahu Amerika kami akan menyerang sendiri jika Iran melewati garis merah yang telah kami tetapkan terkait rudal balistik," ujar sumber itu.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement