Selasa 27 Feb 2024 13:21 WIB

Airlangga: Jokowi Bakal Punya Peran di Pemerintahan Prabowo-Gibran

Ketum Golkar Airlangga memastikan Jokowi akan punya peran di pemerintahan Prabowo.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Bilal Ramadhan
Presiden Jokowi (kanan) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri). Ketum Golkar Airlangga memastikan Jokowi akan punya peran di pemerintahan Prabowo.
Foto: dok Republika
Presiden Jokowi (kanan) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri). Ketum Golkar Airlangga memastikan Jokowi akan punya peran di pemerintahan Prabowo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memiliki peran baru di pemerintahan selanjutnya. Kendati demikian, ia tak menjelaskan peran apa yang akan dilakukan oleh Jokowi.

"Tentu akan ada perannya tapi kita tunggu," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/2/2024).

Baca Juga

Saat ditanya pandangan soal Jokowi yang terlalu cawe-cawe di pemerintahan selanjutnya, Airlangga enggan menjawabnya. Ia hanya meminta agar seluruh pihak menunggu keputusan dari KPU.

Pemerintah sendiri sebelumnya telah membahas program capres cawapres terpilih di RAPBN 2025, seperti program makan siang gratis. Airlangga mengatakan, pembahasan tersebut dilakukan untuk mempersiapkan pelaksanaan program-program pemerintahan selanjutnya.

"Itu kan namanua envelop. Amplop. Amplop anggaran kan harus dibaca detailnya lagi," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyampaikan, dalam sidang kabinet paripurna pada Senin (26/2/2024) kemarin, salah satunya juga membahas program calon presiden terpilih berdasarkan hasil perhitungan suara sementara, Prabowo-Gibran, yakni program makan siang gratis.

"Tadi membahas program-program pak Prabowo termasuk di dalamnya adalah makan siang tahap awal," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Bahlil mengatakan, pembahasan program makan siang Prabowo bukan bermaksud untuk mendahului hasil resmi perhitungan KPU. Pembahasan tersebut dilakukan untuk menyiapkan perencanaan program pemerintahan selanjutnya.

"Enggak kita kan buat rencana aja. Kita tunggu sampai penetapan KPU. Ini rancangan, simulasi, tahap awal nggak apa-apa," ujarnya.

Kendati demikian, dalam Sidang Kabinet tersebut Bahlil mengaku belum mengetahui apakah selanjutnya juga akan dibahas mengenai program capres lainnya.

"Saya tidak tahu kita lihat di tahap kedua saat KPU memutuskan. Tadi kan rancangan umum," kata dia.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement