Jumat 23 Feb 2024 11:51 WIB

Promosikan Wisata Banten di Australia, Sandiaga Uno Ajak Diaspora Jadi Duta Pariwisata

Hal tersebut Sandiaga sampaikan saat mengunjungi Kota Sydney dan Melbourne Australia.

Kunjungan Menparekraf Sandiaga Uno ke Kota Sydney dan Melbourne Australia.
Foto: Dok. Web
Kunjungan Menparekraf Sandiaga Uno ke Kota Sydney dan Melbourne Australia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mempromosikan Provinsi Banten sebagai calon destinasi wisata dunia. Dengan produk-produk asli Banten, seperti baju dan tas asli Baduy yang kian terkenal dinilai akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Hal tersebut Sandiaga sampaikan saat mengunjungi Kota Sydney dan Melbourne Australia. Kunjungan tersebut untuk menjajaki kerja sama dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara antar kedua negara, khususnya pada segmen wisata dan Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE). 

Baca Juga

“Jika kerja sama antara Melbourne Convention Bureau dan Kemenparekraf dapat lebih ditingkatkan, maka ini akan mempererat dan meningkatkan hubungan bagi Industri MICE antara Indonesia dan Australia,” ujar Sandiaga, dikutip pada Jumat (23/2/2024).

Sandiaga mengatakan, Pandeglang merupakan daerah di Provinsi Banten yang diyakini akan menjadi destinasi kelas dunia, karena akan tersambung dengan Jalan Tol Serang-Panimbang dan memiliki daya tariknya akan menjadi primadona pariwisata dunia. 

Selain itu, kata Sandiaga, baju dan tas asli Baduy yang pernah dikenakan oleh Presiden Joko Widodo saat pidato kepresidenan menjadikan baju Baduy menjadi sangat terkenal.

“Baju dan tas asli Baduy yang dikenakan oleh Presiden Jokowi Dodo sangat terkenal dan terjual habis di pasaran karena ini kearifan lokal,” katanya.

Dalam kunjungannya itu, Sandiaga juga bertemu dengan Diaspora Indonesia di Melbourne. Sandiaga berharap, diaspora Indonesia dapat menjadi duta pariwisata, sehingga turut serta dalam mempromosikan keindahan dan keunikan Indonesia melalui kuliner, fesyen, kriya, hingga musik.

“Banten ini adalah destinasi luar biasa dan menyimpan sejuta pesona. Sukses buat semua teman-teman dari Banten,” ujarnya.

Salah satu diaspora dalam pertemuan tersebut yaitu intelektual muda dari Banten, tepatnya di Pandeglang yaitu Abbadi Said Thalib. Abbadi memakai pakaian tradisional Banten, yaitu baju Pangsi khas Suku Baduy lengkap dengan Lomar dan tas Koja. Abbadi mengungkapkan mimpinya agar Pandeglang mendapat perhatian lebih dari Kemenparekraf untuk di eksplorasi sebagai tempat pariwisata utama di Indonesia.

“Kami warga Banten yang saat ini tinggal di Melbourne, mempunyai aspirasi untuk melestarikan dan mempromosikan budaya Banten. Kami berharap dukungan dari Kemenparekraf agar komunitas kami dapat terbentuk dan disambut baik oleh warga lokal di Melbourne,” ucap Abbadi.

Sandiaga Salahuddin Uno bertemu dengan agen perjalanan di Australia membahas potensi kerja sama guna meningkatkan minat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal negara tetangga itu ke Indonesia.

 

"Kami berkegiatan dengan industri parekraf di Australia, salah satunya Flight Centre untuk target peningkatan kunjungan wisman dari Australia," kata Menparekraf saat kunjungan kerjanya ke Australia, demikian dilansir dari Antara

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement