Kamis 22 Feb 2024 13:53 WIB

Tornado di Rancaekek, Berawal dari Gemuruh, Warga Telungkup Hingga Pegangan Tembok

Material seperti seng, balok dan kayu berterbangan di atas rumah.

Rep: Fauzi Ridwan/ Red: Teguh Firmansyah
Ratusan bangunan dan warung di pinggir jalan rusak berat akibat angin puting beliung yang terjadi di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Kamis (22/2/2024).
Foto: Edi Yusuf/Republika
Ratusan bangunan dan warung di pinggir jalan rusak berat akibat angin puting beliung yang terjadi di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Kamis (22/2/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sejumlah warga merasakan kengerian angin puting beliung yang muncul tepat di rumah mereka di RT 04 RW 04 Desa Nanjungmekar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Rabu (21/2/2024) kemarin. Para warga menyaksikan material seperti seng, balok dan kayu berterbangan di atas rumah dan kepala mereka.

Saepuloh Ketua RT 04 RW 04 Desa Nanjungmekar menceritakan tentang angin puting beliung yang muncul di kawasan rumahnya, Rabu (21/2/2024) sore. Ia saat kejadian tengah mengecat tembok rumah.

Baca Juga

"Awalnya kira-kira pukul 16.00 WIB sore ada suara gemuruh seperti kapal terbang pas di lihat banyak material berterbangan. Ada seng, kayu balok ada di atas (langit)," ucap dia yang tengah memperbaiki rumah dampak puting beliung, Kamis (22/2/2024).

Ia mengaku sempat memegang tiang tembok rumah setelah melihat angin puting beliung. Kurang lebih angin puting beliung muncul sekitar 15 menit di rumahnya. "Ada 15 menit (puting beliung), besar sekali. Semua warga teriak panik," ungkap dia.

Setelah reda, ia melihat gang jalan berserakan penuh seng, kayu dan balok termasuk di jalan raya. Total terdapat 48 rumah yang terdampak dengan 80 persen rusak parah. "80 persen rusak karena tertimpa material," kata dia.

Ia mengatakan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, hanya dua orang yang mengalami luka sobek di kepala akibat terkena reruntuhan seng. Mereka dirawat di Rumah Sakit Al Islam dan di rumah.

Salah seorang warga lainnya, Yati menyampaikan hal serupa. Ia mendengar suara gemuruh di luar rumah saat tengah mandi di kamar mandi. Ia menyempatkan diri untuk melihat keluar rumah dan di langit-langit penuh material kayu, seng dan balok.

Salah seorang pemilik warung makan di Jalan Garut-Bandung Iding Sadili (56 tahun) mengaku tengah berada di dalam warung bersama istri. Mereka pun menyelamatkan diri dengan telungkup di pinggir kulkas.

"Saya melindungi istri dengan telungkup di pinggir kulkas. Secara gak sadar beberapa detik bangunan udah pada hilang. Terus kita agak ketimpa kayu dikit," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement