Kamis 22 Feb 2024 06:20 WIB

Gerindra Kini Akui tak Maksimal Dapat Coattail Effect Kemenangan Prabowo 

Gerindra saat ini di peringkat ketiga, padahal pada Pileg 2019 di peringkat kedua.

Rep: Febryan A/ Red: Andri Saubani
Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran Habiburokhman.
Foto: Surya Dinata/RepublikaTV
Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran Habiburokhman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman mengakui bahwa partainya tak maksimal mendapatkan coattail effect atau limpahan elektoral atas tingginya raihan suara Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024. Gerindra diketahui meraih suara terbanyak ketiga dalam Pileg DPR RI, sedangkan pada Pemilu 2019 peringkat kedua.

Coattail effect atau efek ekor jas secara umum berarti fenomena ketika tingginya popularitas atau raihan suara capres pada pemilihan presiden (pilpres) membuat raihan suara partai pendukungnya dalam pemilihan legislatif (pileg) ikut terdongkrak naik. Prabowo diketahui menang dengan raihan suara hampir 60 persen dalam Pilpres 2024, berdasarkan hasil hitung cepat.

Baca Juga

Habiburokhman mengatakan, Gerindra tak maksimal mendapatkan coattail effect karena Prabowo berbesar hati membagi efek kemenangannya kepada seluruh partai pengusungnya. Meski Prabowo adalah ketua umum Partai Gerindra, dia berupaya agar efek ekor jas juga didapatkan Partai Golkar, PAN, dan Partai Demokrat.

"Kenapa Partai Gerindra nggak dapat coattail effect yang maksimal? Karena berbagi dengan partai-partai pengusung yang lain. Ada Golkar, PAN, Demokrat, ya kita berbagi," kata Habiburokhman kepada wartawan di Media Center TKN Prabowo-Gibran, Jakarta Selatan, Rabu (21/2/2024).

Dia menjelaskan, efek ekor jas itu bisa terdistribusi merata karena Prabowo sepanjang masa kampanye kerap menghadiri acara kampanye PAN, Golkar, dan Demokrat. Prabowo jarang menghadiri acara kampanye yang digelar Gerindra.

"Jarang sekali (Prabowo) menghadiri kampanyenya Gerindra. Coba Anda cek. Yang di Bandung, itu kampanye PAN. Yang di Surabaya kalau nggak salah kampanye Demokrat. Yang di Medan kampanye Golkar," kata Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran itu.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani membantah anggapan bahwa partainya tak mendapatkan coattail effect atas tingginya raihan suara Prabowo-Gibran. Menurut dia, raihan suara Gerindra pada Pileg 2024 naik dibanding sebelumnya.

"Hitungan kami ada kenaikan baik persentase raihan suara partai maupun rakhan kursi di parlemen," kata Muzani kepada wartawan di Kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (16/2/2024).

Muzani menjelaskan, meski Gerindra menjadi partai pemenang pemilu urutan ketiga, tapi raihan suara meningkat. Pada Pileg 2019, Gerindra meraih 12,57 persen suara, sedangkan dalam Pileg 2024 berhasil meraih sekitar 13,9 persen suara. 

 

photo
Tiga Parpol Berpeluang Menang di Pemilu 2024 - (infografis Republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement