Selasa 13 Feb 2024 19:26 WIB

Norwegia Kucurkan 156 Juta Dolar AS untuk Atasi Emisi di Indonesia

Dubes Norwegia dan Menteri LKH Bahas Kerja Sama Kedua Negara.

Menteri LHK Dan Dubes Norwegia Rut Kruger melakukan diskusi untuk awali proses kontribusi atas pengurangan emisi, Senin (12/2). Dok KLHK
Foto: dok KLKH
Menteri LHK Dan Dubes Norwegia Rut Kruger melakukan diskusi untuk awali proses kontribusi atas pengurangan emisi, Senin (12/2). Dok KLHK

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Rut Kruger Giverin melakukan pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia (RI) Siti Nurbaya, pada Senin (12/2) di Jakarta. Pertemuan dalam upaya lebih lanjut implementasi pendanaan tahap ke-4 atas kerja sama kedua negara.

Secara khusus, pertemuan ini juga mengawali proses verifikasi atas kontribusi berbasis hasil (Result Based Contribution/RBC) tahap keempat untuk pengurangan emisi. Proses verifikasi akan mencakup semuanya hasil yang tersedia dari total pengurangan emisi dari deforestasi dan hutan degradasi (REDD+).

Dubes Rut Kruger mengungkapkan Norwegia sangat bangga atas kemitraan dengan Indonesia. Ia juga menyatakan Indonesia memimpin dengan memberikan contoh, bagaimana negara ini mampu mengurangi emisi dari deforestasi. Hal ini adalah sesuatu yang harus diakui di tingkat global.

“Seperti yang dijelaskan Menteri Siti Nurbaya, kami telah mengucurkan 156 juta dolar AS sebagai kontribusi atas hasil yang sangat mengesankan di Indonesia. Menurut kami hal tersebut juga tidak lepas dari kepemimpinan Menteri Siti Nurbaya, benar-benar merupakan contoh kelas dunia,” ungkapnya, Rut Kruger, dalam keterangan resminya melalui Republika.co.id, Selasa (13/2).

Lebih lanjut, Dubes Rut Kruger menyampaikan alasan Norwegia melakukan hal ini adalah karena perubahan iklim merupakan tantangan global. Indonesia dinilai telah melakukan pekerjaan yang sangat mengesankan dan mempunyai arti penting bagi seluruh dunia. Jadi tidak hanya di Indonesia, tapi juga di tingkat global.

“Dan saya pikir Norwegia dan Indonesia kini menunjukkan contoh yang sangat baik tentang bagaimana negara-negara barat dan negara-negara dengan banyak hutan hujan dapat bekerja sama untuk mengatasi tantangan iklim. Maka dengan itu, saya rasa sekali lagi kami sangat senang bisa bekerja sama dengan Indonesia dan kami sangat menantikan untuk melanjutkan kerja sama kami,” katanya.

Sementara itu, Menteri LHK Siti Nurbaya menekankan bahwa kemitraan ini dibangun atas dasar kesetaraan dan didasarkan pada bukti berdasarkan fakta. Dengan begitu, kerja sama ini juga akan memungkinkan kedua belah pihak mengambil tindakan nyata bersama untuk mencapai tujuan iklim negara kita masing-masing.

Siti Nurbaya juga menjelaskan untuk RBC pertama, kedua, dan ketiga sudah selesai sampai dengan Januari kemarin. Hingga pada tahap ketiga itu, kontribusi yang dihasilkan kurang lebih 156 juta dolar AS.

“Buat kita sebetulnya bukan soal uangnya, yang lebih penting adalah karena dengan demikian Norwegia memberikan pengakuan bahwa Indonesia cukup baik di dalam melakukan aksi-aksi mitigasi iklim,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Menteri Siti mengatakan saat ini Indonesia juga tengah berupaya mengatasi krisis iklim mulai dari tingkat akar rumput, termasuk melalui implementasi Indonesia FOLU Net Sink 2030. Melalui kerja sama ini, ia optimis tujuan tersebut akan dapat dipenuhi.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement