Rabu 07 Feb 2024 18:00 WIB

Kemenperin Pasok Ratusan SDM di Industri Otomotif dan Tekstil

Kemenperin berkomitmen tingkatkan kualitas SDM industri.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi SDM dalam bidang industri.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Ilustrasi SDM dalam bidang industri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) fokus meningkatkan produktivitas dan daya saing industri tekstil dan otomotif. Kedua sektor manufaktur tersebut masuk dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, yang mendapat prioritas pengembangan agar bisa lebih inovatif dan berdaya saing global.

“Salah satu upaya yang kami jalankan yaitu menyiapkan sumber daya manusia kompeten sesuai kebutuhan dunia kerja saat ini,” ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Masrokhan pada pembukaan Diklat 3in1 Operator Sewing Junior dan Perawatan Berkala Sepeda Motor di Balai Diklat Industri (BDI) di Jakarta, seperti dilansir siaran pers, Selasa (6/2/2024).

Baca Juga

Kepala BPSDMI menjelaskan, langkah strategis yang telah ditempuh Kemenperin dalam mencetak SDM unggul di bidang industri, yakni melalui pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi atau disebut Diklat 3in1. Para peserta ini akan mendapatkan pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja.

“Indonesia sedang memiliki peluang yang menjanjikan karena adanya bonus demografi, dengan jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan dengan usia non-produktif. Hal ini berarti terdapat banyak tenaga kerja muda yang potensial untuk dioptimalkan,” jelas dia.

Masrokhan mengemukakan, di sektor otomotif, Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar di dunia dengan jumlah pengguna sepeda motor yang mencapai 125 juta unit lebih. Ia mengatakan, kebutuhan terhadap servis dan perawatan sepeda motor pun semakin meningkat, sehingga membuka peluang besar bagi para pemuda supaya menjadi teknisi servis sepeda motor yang andal dan profesional,” katanya.

Sementara, industri tekstil juga menjadi sektor padat karya yang berorientasi ekspor. Ini yang membuat industri tekstil berperan penting sebagai penopang ekonomi nasional. 

“Diklat Operator Sewing dan Servis Sepeda Motor ini merupakan salah satu upaya membekali generasi muda kita dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjadi agen perubahan dan pembangunan bangsa. Khususnya di sektor industri,” tutur dia.

Masrokhan optimistis, dengan dedikasi dan kerja keras para peserta, serta bimbingan dari instruktur yang andal, Diklat 3in1 ini akan mencapai tujuannya yang diharapkan. “Para peserta akan menjadi operator sewing dan teknisi servis sepeda motor yang kompeten, siap bersaing di dunia kerja, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan perekonomian daerah dan nasional,” katanya.

Masrokhan juga berharap, para peserta yang nanti menyelesaikan program ini dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka peroleh di dunia kerja. “Selain itu kami mengajak seluruh industri dan stakeholder terkait untuk terus mendukung inisiatif ini, agar kita dapat bersama-sama menciptakan SDM industri yang unggul dan mampu bersaing di pasar global,” jelas dia.

Kepala BDI Jakarta Ali Khomaini menyampaikan, sebanyak 130 peserta mengikuti kedua pelatihan vokasi tersebut. Mereka terdiri dari 100 peserta yang mengikuti Diklat 3in1 Operator Sewing Junior, dan 30 peserta mengikuti Diklat 3in1 Perawatan Berkala Sepeda Motor. “Tujuan dari kegiatan ini adalah peserta mampu menguasai keahlian dan kompeten dalam bidang industri garmen dan perbengkelan sepeda motor,” ujarnya. 

Jumlah peserta Diklat sebanyak 130 peserta ini, terdiri dari 80 laki-laki dan 50 perempuan yang berasal dari berbagai daerah seperti Bandung Barat, Garut, Tasikmalaya dan Depok. Adapun para tenaga pengajar yang mendukung kelancaran penyelenggaraan Diklat tersebut berasal dari Widyaiswara, praktisi, asosiasi dan tim pengajar yang berpengalaman di bidang pendidikan dan pelatihan vokasi. 

“Jumlah hari untuk Diklat 3in1 Perawatan Berkala Sepeda Motor adalah 14 hari, dan Diklat 3in1 Operator Sewing adalah 12 hari,” sebut Ali.

Pada kesempatan sama, Manager HR CV Bakrin Jaya Majala Rian Hasan memberikan apresiasi kepada Kemenperin yang telah menginisiasi program Diklat 3in1 untuk mencetak SDM industri yang kompeten. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement