Senin 05 Feb 2024 13:41 WIB

Penyaluran BLT El Nino di Denpasar Dinilai Sukses

Di Denpasar, Bali, Pos Indonesia sukses salurkan BLT El Nino 100 persen.

Petugas Pos Indonesia melakukan verifikasi data penerima BLT El Nino, Denpasar, Ahad (4/2).
Foto: Pos Indonesia
Petugas Pos Indonesia melakukan verifikasi data penerima BLT El Nino, Denpasar, Ahad (4/2).

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR--PT Pos Indonesia (Persero) atau Pos Ind telah menuntaskan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) El Nino tahun 2023. Salah satu wilayah yang mencapai penyaluran 100 persen ialah Denpasar, Bali.

"Target 100 persen tersalurkan pada akhir 2023. BLT El Nino kami salurkan dengan tiga metode, yaitu di Kantor Pos, komunitas, dan diantarkan langsung ke rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bagi lansia, disabilitas, maupun yang sedang sakit atau door to door untuk percepatan penyaluran," kata Edi, satgas BLT El Nino KCU Denpasar, dalam siaran persnya yang diterima Republika, Senin (5/2) di Jakarta.

Baca Juga

Edi menyebutkan door to door merupakan layanan istimewa yang disediakan oleh Pos Ind. Untuk pengantaran bantuan door to door di KCU Denpasar disiapkan lima orang petugas juru bayar.

"Khusus door to door kami siapkan lima petugas juru bayar yang mobilitasnya bisa sampai ke pelosok, daerah terpencil di kepulauan. Di Bali meski tempat wisata, ada juga daerah terpencil di kepulauan," tuturnya.

Dalam penyaluran bantuan Pos Ind membekali petugas aplikasi PGC (Pos Giro Cash). Melalui aplikasi PGC data penerima yang telah diverifikasi akan dikirimkan ke sistem, lengkap dengan foto penerima, dan lokasi penyerahan bantuan (geo tagging).

"Semua data bisa terekam di aplikasi PGC. Datanya bisa dipertanggungjawabkan. Ketika sudah direkam datanya bisa dilihat di dashboard secara real time siapa penerimanya, identitasnya. Di PGC tersedia fasilitas untuk penyaluran saat jaringan offline. jadi sebelum petugas berangkat, aplikasi di-online-kan dulu, kemudian karena tidak ada jaringan di daerah terpencil menggunakan offline. Nanti setelah dapat jaringan, data di PGC tersebut di-upload agar tersambung ke dashboard," ujar Edi.

Kehadiran aplikasi PGC ini semakin memperkuat posisi Pos Ind sebagai BUMN logistik terpercaya dan efisien dalam mendistribusikan beragam bantuan hingga ke daerah 3T (terluar, terdepan, tertinggal).

"Dengan aplikasi PGC yang dimiliki Pos, tentunya bisa dipertanggungjawabkan. Petugas mendata, diambil identitas penerima, difoto penerimanya. Jadi dengan aplikasi PGC ini tidak ada penerima yang salah sasaran karena penerima bantuan dicocokkan identitasnya, difoto orangnya, langsung diupload sehingga di dashboard bisa langsung dilihat. Inilah keunggulan PGC. Kami berharap kementerian lain menggunakan jasa Pos karena Pos punya keunggulan PGC ini benar-benar realtime, bisa dipertanggungjawabkan," katanya.

Sementara itu, petugas juru bayar KCU Denpasar Mila Alfianan menjelaskan prosedur yang dijalaninya sebelum melakukan pengantaran bantuan ke rumah KPM.

"Penyaluran door to door untuk disabilitas, lansia, atau KPM yang tidak bisa datang langsung ke lokasi penyaluran. Untuk door to door ini awalnya kami mengonfirmasi dulu dengan pihak di kelurahan/desa bahwa KPM yang bersangkutan tidak bisa datang langsung ke lokasi pembayaran. Setelah kami data, kami siapkan orang-orang yang ditunjuk untuk mengantarkan bantuan," kata Mila Alfianan.

Sebelum dilakukan pengantaran door to door, petugas Pos akan menyiapkan data yang diperlukan, termasuk memetakan rute agar proses distribusi berjalan efektif.

"Kami berkoordinasi dengan pusat, setelah mengirimkan dana, kami berkoordinasi dengan pihak kelurahan atau aparat desa terkait. Di sini disebutnya kaling. Kami berkoordinasi dengan para penerima tersebut. Setelah dibuatkan jadwalnya, kami langsung turun ke kelurahan masing-masing. Sebelum kami turun langsung ke lokasi, kami  menyiapkan data dulu untuk melihat rute-rute yang akan dituju. Biasanya kami antarkan untuk 25-50 KPM sehari," ucap Mila.

Dalam setiap penyaluran bantuan, petugas Pos dibekali aplikasi PGC (Pos Giro Cash). Dengan adanya aplikasi PGC setiap penerima dipastikan sesuai data.

"Kami sebagai petugas juru bayar memiliki aplikasi PGC. Setelah penerima terverifikasi, akan diproses dalam aplikasi, dan uang bantuan diserahkan," ujarnya.

Aplikasi PGC tersebut dibekali fitur offline, sehingga jika lokasi antaran tidak terdapat sinyal maka data penerima tetap dapat diunggah.

"Kendala kami biasanya sinyal. Ada beberapa wilayah yang blank spot. Kami memerlukan sinyal untuk proses di aplikasi. Di aplikasi PGC ada fasilitas offline, alhamdulillah secara sistem bisa upload ulang setelah dapat sinyal. Tidak ada masalah," katanya.

Mila menegaskan Pos Ind berkomitmen memastikan bantuan diterima oleh setiap KPM tepat waktu dan utuh tanpa potongan sepeser pun.

"Kita ada culture ya, akhlak. Kita sudah diberikan amanah oleh pemerintah untuk menyalurkan BLT El Nino. Jadi sebisa mungkin kita akan menyalurkan bantuan tersebut kepada KPM yang dituju, yang sudah terdaftar. Kantor Pos tidak memotong dana BLT El Nino, dan datanya bisa kami pertanggungjawabkan," katanya.

Mila berharap dengan kinerja positif Pos Ind dapat terus dipercaya pemerintah dalam menyalurkan berbagai bantuan. Apalagi bantuan seperti BLT El Nino ini sangat dibutuhkan masyarakat.

"Alhamdulillah, penyaluran BLT dipercayakan pemerintah kepada Kantor Pos. Semoga masyarakat tetap percaya kepada Pos Indonesia. Kami yang melihat kondisi masyarakat, BLT El Nino sangat membantu masyarakat. Harapannya semoga dengan bantuan ini masyarakat semakin terbantu untuk mengurangi beban ekonominya," ujarnya.

 

KPM Nilai Pelayanan Pos Indonesia Memuaskan

Strategi penyaluran bantuan yang dilakukan oleh Pos Ind menuai apresiasi dari berbagai pihak. Selain diapresiasi oleh Presiden Joko Widodo (Jokow) dan kementerian, para KPM juga acung jempol.

"Pelayanan Kantor Pos cepat, mudah. Mendingan ambil di Kantor Pos lebih mudah daripada ambil di ATM. Lebih plong ambil di Kantor Pos karena saya bisa lihat langsung uangnya. Tidak pernah ada potongan, saya terima Rp400 ribu. Pokoknya selalu sesuai data, tidak ada potongan," kata KPM Nima, warga Banjardukuh, Denpasar, Bali.

Ibu dua anak ini sehari-hari berdagang keliling makanan anak-anak. Suaminya sedang sakit, sehingga penghasilan hanya dari hasil Nima berjualan makanan. Jika pada penyaluran bantuan sebelumnya Nima datang ke Kantor Pos, kali ini petugas Pos datang ke rumah Nima mengantarkan bantuan door to door.

"Saya senang karena langsung diantarkan ke rumah. Bantuan BLT El Nino ini dicukup-cukupi untuk kebutuhan makan sehari-hari, kebutuhan anak. Juga bisa untuk tambahan modal dagang," tuturnya.

Kehadiran BLT El Nino dirasakan Nima sangat membantu kehidupan keluarganya. Dia berharap bantuan serupa akan terus diberikan pemerintah.

"Bantuan El Nino ini kalau bisa dilanjutkan. Pak Jokowi, tolong bantuannya dilanjutkan karena saya masih perlu untuk menyekolahkan anak. Saya kerja sendiri, suami sakit. Bantuan ini benar-benar berguna," katanya.

Atas bantuan yang telah diterimanya Nima mengucapkan terima kasih kepada Presiden, pemerintah, dan Pos Ind.

"Terima kasih Pak Jokowi, sudah ada bantuan ini. Terima kasih Kantor Pos mempermudah masyarakat menerima bantuan, pelayanannya bagus. Terima kasih juga untuk Kementerian Sosial," ucap Nima.

Harapan Nima dan KPM lainnya agar BLT El Nino dilanjutkan, terkabul. Diketahui, pemerintah melanjutkan BLT El Nino tahun 2024. Sebanyak 18,8 juta KPM akan menerima bantuan tersebut. BLT El Nino adalah bantuan yang dibuat karena adanya fenomena El Nino yang menyebabkan kemarau berkepanjangan. Fenomena ini berdampak pada kenaikan harga pangan, kelangkaan air bersih, dan gagal panen bagi para petani.

 

sumber : Pos Indonesia
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement