Jumat 02 Feb 2024 13:35 WIB

Projo DIY Jawab Tudingan Butet Kertaredjasa

Projo DIY menjawab tudingan budayawan Butet Kertaredjasa soal laporannya.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Bilal Ramadhan
Sejumlah relawan presiden Joko Widodo (Jokowi) melaporkan budayawan Butet Kartaredjasa ke Polda DIY. Pojo DIY menjawab tudingan budayawan Butet Kertaredjasa soal laporannya.
Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Sejumlah relawan presiden Joko Widodo (Jokowi) melaporkan budayawan Butet Kartaredjasa ke Polda DIY. Pojo DIY menjawab tudingan budayawan Butet Kertaredjasa soal laporannya.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Budayawan Butet Kartaredjasa menuding Projo DIY sedang panjat sosial (panjat sosial) terkait langkah hukum yang dilayangkan terhadap dirinya. Ketua Projo DIY, Aris Widhartanto menjawab terkait tudingan tersebut. 

"Ketika mas Butet menuding kami pansos, beliau lupa bahwa ketika satu jari menunjuk kepada orang lain, maka empat jari yang lain akan menunjuk pada diri sendiri," kata Aris kepada Republika, Jumat (2/2/2024).

Baca Juga

Menurut Aris, Butet sendirilah yang sedang pansos dengan cara mengucapkan kata umpatan kepada Presiden Jokowi. Ia menilai Butet sedang mencontoh beberapa orang yang viral dengan cara mengumpat. 

"Sebelumnya, kan ada penceramah dan akademisi yang tiba-tiba viral karena banyak mengumpat? Nah, metode yang sama sepertinya digunakan mas Butet untuk mendapatkan perhatian publik alias viral," ucapnya. 

Aris mengungkapkan bahwa Projo DIY menyayangkan pernyataan sikap Butet sebagai seorang seniman. Menurutnya Butet bisa menerjemahkan program-program dan visi misi Ganjar-Mahfud dalam bentuk karya seni yang menarik dan mendidik.

"Bukannya malah menggunakan momentum kampanye politik capres-cawapres untuk mengumpat Presiden," tuturnya. 

Aris menilai perilaku Butet tersebut justru merugikan Ganjar-Mahfud. Ia juga khawatir adanya dampak yang lebih luas dari kata umpatan tersebut. 

"Karena video umpatan mas Butet beredar luas di media sosial dan disaksikan oleh berbagai kalangan, bahkan anak-anak. Kalau kata umpatan itu dianggap sebagai sebuah kebiasaan dan kewajaran, apakah kita mau anak - cucu kita sering mengumpat menirukan mas Butet dalam keseharian mereka?" ungkapnya.

Sebelumnya Butet Kartaredjasa telah menanggapi upaya hukum yang dilakukan sejumlah relawan Jokowi terhadap dirinya terkait dugaan ujaran kebencian. Butet mengaku tak mempersoalkan langkah hukum tersebut.

"Oh nggak apa-apa karena Projonya sedang pansos. Panjat sosial dari pantun saya," kata Butet di kediamannya di Kasihan, Bantul, Selasa (30/1/2024).

Namun dirinya mengaku tak memahami apa yang dilaporkan sejumlah relawan Jokowi tersebut. Ia mengaku hanya menyampaikan ekspresinya sebagai seniman. 

"Saya kan cuma menyatakan pikiran-pikiran saya dan itu adalah bagian dari kebebasan berekspresi yang dijamin UUD 45. Saya bisa mengartikulasikan pikiran saya secara bebas melalui media seni, media apapun. Saya seorang penulis saya bisa berekspresi melalui karya tulis entah itu puisi, cerpen, pantun, atau naskah monolog atau di panggung pertunjukkan karena saya seorang aktor," ucapnya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement