Kamis 18 Jan 2024 20:24 WIB

Khofifah Yakin Kemiskinan Ekstrem Jatim Nol Persen di 2024

Pemprov Jatim anggarkan Rp 27 miliar untuk pengentasan kemiskinan ekstrem di 2024

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku Pemprov Jatim terus gencar menyalurkan bantuan sosial (Bansos) sebagai intervensi penghapusan kemiskinan ekstrem yang ditarget mencapai nol persen
Foto: ANTARA/Abdul Fatah
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku Pemprov Jatim terus gencar menyalurkan bantuan sosial (Bansos) sebagai intervensi penghapusan kemiskinan ekstrem yang ditarget mencapai nol persen

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku Pemprov Jatim terus gencar menyalurkan bantuan sosial (Bansos) sebagai intervensi penghapusan kemiskinan ekstrem yang ditarget mencapai nol persen di 2024. Terbaru, Khofifah menyalurkan Bansos di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa (16/1/2024).

Khofifah menjelaskan, ada 445 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Pasuruan yang menerima bantuan masing-masing sebesar Rp 1,5 juta. Khofifah menjelaskan, pada PAPBD 2023, bansos kemiskinan ekstrem yang dianggarkan Pemprov Jatim mencapai Rp 19.782.000.000 yang disalurkan kepada 13.188 penerima manfaat se-Jatim.

"Tahun ini kita juga menganggarkan sebesar Rp 27 miliar untuk 18 ribu penerima manfaat. Kami optimistis kemiskinan ekstrem di Jatim tuntas menjadi nol persen," kata Khofifah, Kamis (18/1/2024).

Khofifah mengklaim, untuk saat ini kemiskinan ekstrem di Jawa Timur telah menurun drastis. Dimana kemiskinan ekstrem di Jatim berkurang signifikan menjadi 0,82 persen per Maret 2023. Khofifah mengaku, Jawa Timur telah memiliki berlapis-lapis bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat.

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menjadi bank yang dipercaya dalam penyaluran Bansos tersebut. Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman menjelaskan, bantuan sosial tersebut disalurkan dalam bentuk tabungan siklus. Masing-masing KPM mendapatkan Bansos sebesar Rp 1,5 juta yang langsung ditransferkan lewat rekening Bank Jatim.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang tumbuh besar di Jawa Timur, Busrul menyatakan, perusahaan yang dipimpinnya memiliki komitmen untuk berkontribusi mendorong kesejahteraan masyarakat Jawa Timur. Bank Jatim diakuinya akan terus memperkuat peran untuk selalu memberikan manfaat positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

"Keterlibatan Bank Jatim dalam penyaluran program Bansos Pemprov Jatim ini merupakan realisasi dukungan perseroan dalam perbaikan kualitas hidup manusia melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Busrul berharap semua bantuan-bantuan tersebut dapat diarahkan untuk modal usaha, sehingga bisa berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. "Semoga berkah untuk semuanya dan bisa meningkatkan pendapatan serta perekonomian keluarga," ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement