Kamis 18 Jan 2024 12:40 WIB

Kemenkes: Waspadai Peningkatan Berbagai Infeksi Akibat Musim Hujan

Perubahan cuaca dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun.

Warga menggunaka payung saat hujan mengguyur kawasan jalan Ciledug Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2024). BMKG memprediksi cuaca untuk awal tahun 2024 berpotensi mengalami curah hujan sedang hingga sangat tinggi di sejumlah wilayah di Indonesia.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Warga menggunaka payung saat hujan mengguyur kawasan jalan Ciledug Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2024). BMKG memprediksi cuaca untuk awal tahun 2024 berpotensi mengalami curah hujan sedang hingga sangat tinggi di sejumlah wilayah di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Staf Teknis Komunikasi Transformasi Kesehatan Kementerian Kesehatan, RA Adaninggar Primadia Nariswari, mengimbau warga untuk mewaspadai penularan penyakit pada musim hujan. "Musim hujan memang identik dengan peningkatan kasus infeksi, karena memang kondisi dingin, lembab, itu adalah suasana-suasana lingkungan yang sangat mendukung perkembangbiakan mikroorganisme. Mau itu bakteri, virus, jamur, parasit ya, bahkan vektor-vektor penyakit, yaitu binatang-binatang itu, juga banyak yang berkembang pada musim hujan," katanya dalam diskusi mengenai pencegahan penyakit pada musim penghujan yang diikuti via daring di Jakarta, Kamis (18/1/2024).

Adaninggar, yang biasa disapa Ningz, menyampaikan bahwa genangan air yang muncul pada musim penghujan bisa menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk perantara penularan penyakit. Selain itu, dokter spesialis penyakit dalam itu melanjutkan, perubahan cuaca dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun.

Baca Juga

"Nah itu akhirnya juga memicu alergi juga banyak kambuh tuh pada kondisi-kondisi seperti musim hujan atau musim dingin. Ditambah dengan jumlah mikroorganisme yang banyak, ya akhirnya kasus infeksi jadi jauh lebih tinggi dibandingkan mungkin musim yang lain," katanya.

Ningz menyampaikan bahwa penyakit yang angka kejadiannya biasa meningkat selama masa pancaroba dan musim hujan adalah demam berdarah. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus dengue, yang menular melalui gigitan nyamuk. 

Oleh karena itu, dia mengimbau warga untuk menggiatkan upaya pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M, yang meliputi kegiatan menguras dan menutup tempat penampungan air serta mendaur ulang barang bekas yang bisa menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

"Pada prinsipnya, untuk kita yang penting adalah perilaku hidup bersih dan sehat. Kembali lagi ke situ, karena infeksi itu pasti sumbernya dari perilaku dan lingkungan yang tidak sehat," katanya.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement