Sabtu 13 Jan 2024 21:15 WIB

Disambut Pencak Silat Vietnam, Erick Thohir Flashback Momen Jokowi dan Prabowo

Jokowi dan Prabowo berpelukan dalam balutan Bendera Merah-Putih di Asia Games 2018.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Fuji Pratiwi
Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia Prabowo Subianto dan Pesilat Indonesia Hanifan Yudani Kusumah berpelukan usai pertandingan cabang olahraga silat Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Rabu (29/8).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia Prabowo Subianto dan Pesilat Indonesia Hanifan Yudani Kusumah berpelukan usai pertandingan cabang olahraga silat Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Rabu (29/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kunjungan Pemerintah Indonesia mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Vietnam. Bahkan, Pemerintah Vietnam menampilkan pertunjukan pencak silat untuk menyambut kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah menteri. 

"Dalam kunjungan ke Vietnam, Pak Jokowi dan jajaran menteri lainnya disambut dengan pertunjukan pencak silat, yang ternyata sangat populer di Vietnam, bahkan Presiden Vietnam meminta polisi dan tentara mereka berlatih pencak silat," ujar Erick melalui akun Instagram, @erickthohir pada Jumat (12/1/2024).

Baca Juga

Berbicara pencak silat, Erick flashback atau kilas balik saat menjadi Ketua Asian Games pada 2018. Erick mengatakan pencak silat menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) yang menyumbang delapan medali emas untuk Indonesia.

Erick menyebut jasa besar Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) dalam meningkatan prestasi pencak silat Indonesia. 

 

"Salut dengan dedikasi Pak Prabowo sebagai Ketua Umum PB IPSI untuk membuat pencak silat mendunia," ucap Erick.

Tak lupa, Erick pun teringat peristiwa bersejarah tatkala Jokowi dan Prabowo kala itu saling berpelukan dalam balutan bendera Merah-Putih. Menurut Erick, momen tersebut menunjukkan dua negarawan yang saling menurunkan egonya demi persatuan Indonesia.

"Ini sejalan dengan filosofi dasar pencak silat yaitu tentang harmoni dan keseimbangan. Bertahan, bukan memukul, bertanding bukan mencari musuh. Nilai-nilai inilah yang kita butuhkan untuk membangun bangsa yang maju, bukan sekadar kemenangan untuk diri sendiri," kata Erick. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement