Jumat 12 Jan 2024 21:49 WIB

Jumlah Pengungsi Akibat Erupsi Gunung Marapi di Jorong Koto Bertambah

Pemkab melakukan antisipasi layanan untuk para pengungsi

Gunung Marapi mengeluarkan abu vulkanik tinggi terlihat dari Nagari Bukik Batabuah, Agam, Sumatera Barat, Senin (8/1/2024) malam. Gunung setinggi 2.892 mdpl tersebut kembali erupsi dan mengeluarkan abu vulkanik yang membumbung tinggi ke langit, sementara pemerintah melarang masyarakat dan wisatawan mendekat dalam radius 3 kilometer dari kawah Verbeek.
Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Gunung Marapi mengeluarkan abu vulkanik tinggi terlihat dari Nagari Bukik Batabuah, Agam, Sumatera Barat, Senin (8/1/2024) malam. Gunung setinggi 2.892 mdpl tersebut kembali erupsi dan mengeluarkan abu vulkanik yang membumbung tinggi ke langit, sementara pemerintah melarang masyarakat dan wisatawan mendekat dalam radius 3 kilometer dari kawah Verbeek.

REPUBLIKA.CO.ID, BATUSANGKAR- Jumlah pengungsi akibat erupsi Gunung Marapi di Jorong Koto, Nagari Koto Baru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat terus bertambah dari awalnya 68 orang menjadi 112 orang.

"Kita menerima informasi dari tim di lapangan jumlah pengungsi bertambah 12 keluarga atau 44 jiwa, sehingga jumlah pengungsi erupsi Gunung Marapi di Nagari Koto Baru kini berjumlah 112 jiwa," kata Kepala Dinas Sosial Tanah Datar Afrizon di Batusangkar, Jumat.

Baca Juga

Ia mengatakan Bupati Tanah Datar Eka Putra telah memerintahkan agar pihaknya terus memantau kondisi pengungsi dan menyalurkan bantuan, khususnya untuk kebutuhan pokok. 

"Sebelumnya kita sudah salurkan bantuan kepada masyarakat yang mengungsi. Karena jumlahnya bertambah, kita kembali menyalurkan bantuan berupa bahan pokok yang terdiri atas beras, telur, mie instan, air mineral dan gula," katanya.

Afrizon mengatakan saat ini Tanah Datar berada dalam status siaga bencana setelah level Gunung Marapi naik dari level II (Waspada) menjadi level III (Siaga) sejak 9 Januari 2024.

"Kita tidak berharap erupsi Marapi berketerusan atau tambah parah. Meski demikian, Pemkab Tanah Datar tetap mengambil sejumlah langkah antisipasi. Salah satu menyiapkan dapur umum jika kondisi memburuk," katanya. 

Sementara Camat X Koto, Mukhlis, mengatakan aktivitas para pengungsi masih berjalan normal. Pada siang hari pengungsi laki-laki tetap berladang di sekitaran pinggang Marapi dan malamnya kembali ke pengungsian untuk beristirahat.

Untuk mencukupi kebutuhan, para pengungsi juga memasak secara swadaya dan gotong royong.

Dengan bertambahnya jumlah pengungsi, Satgas Nagari Koto Baru juga telah mengaktifkan ronda di sekitaran pemukiman warga.

"Tujuan selain mengantisipasi kemungkinan terburuk dari erupsi Marapi, ronda juga sebagai upaya mengamankan harta benda masyarakat," kata dia. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement