Selasa 09 Jan 2024 17:04 WIB

Antisipasi Pencurian Alat Penyiram Taman, Pemkot Semarang Pasang CCTV

Sejumlah taman rawan tindak pencurian, termasuk taman Simpang Lima.

Ilustrasi Kamera CCTV. Beberapa taman di Kota Semarang, Jateng pernah kehilangan perlengkapan instalasi, seperti kursi taman, dan peralatan penyiram tanaman, seperti keran air dan sprinkler air.
Foto: Pixabay
Ilustrasi Kamera CCTV. Beberapa taman di Kota Semarang, Jateng pernah kehilangan perlengkapan instalasi, seperti kursi taman, dan peralatan penyiram tanaman, seperti keran air dan sprinkler air.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pemerintah Kota Semarang, melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah taman. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi tindak pencurian perlengkapan instalasi dan alat penyiram taman di kota tersebut.

Kepala Disperkim Kota Semarang Yudi Wibowo di Semarang, Jawa Tengah, Selasa, mengatakan pemasangan perangkat CCTV itu dilakukan di taman-taman aktif yang rawan tindak pencurian. Taman Simpang Lima dan Taman Indonesia Kaya (TIK) termasuk di antaranya.

Baca Juga

Yudi mengakui beberapa taman di Kota Semarang memang pernah kehilangan perlengkapan instalasi, seperti kursi taman, dan peralatan penyiram tanaman, seperti keran air dan sprinkler air. Disperkim Kota Semarang merasa perlu memasang kamera pengawas untuk mencegah tindak pencurian serupa terjadi.

"Di Taman Sudirman, misalnya sudah memakai sprinkler, namun banyak yang hilang. Keran juga. Keran dan sprinkler baru dipasang dua pekan, sudah hilang," kata Yudi.

 

​​​​​​​

Menurut Yudi, harga keran dan sprinkler air di taman kota memang tidak mahal. Akan tetapi, fungsinya sangat penting, sehingga akan merepotkan jika sampai hilang.

"Di TIK, makanya kami pakai CCTV, di Simpang Lima juga. Kadang mau mengurus (kehilangan) itu repot, kan sprinkler air harganya cuma segitu, tetapi itu fungsional sekali," tutur Yudi.

​Oleh karena itu, Yudi mengimbau masyarakat ikut mengawasi keberadaan instalasi di fasilitas umum, seperti taman kota, dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

"Jadi, saya imbau masyarakat untuk bersama ikut mengawasi kalau ada orang yang tidak bertanggung jawab, misalnya mengambil keran dan fasilitas lainnya di taman itu," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement