Senin 08 Jan 2024 10:39 WIB

BMKG Kembali Perkirakan Hujan Lebat di DIY Hari ini

Kondisi cuaca tersebut diperkirakan masih akan terjadi hingga beberapa prkan kedepan.

Rep: Silvy Dian Setiawan / Red: Setyanavidita livicansera
Kanopi drop zone di sisi selatan Stasiun Yogyakarta jatuh akibat hujan lebat disertai angin kencang dan menimpa lima mobil, Kamis (4/1/2024).
Foto: Dok: Daop 6 Yogyakarta
Kanopi drop zone di sisi selatan Stasiun Yogyakarta jatuh akibat hujan lebat disertai angin kencang dan menimpa lima mobil, Kamis (4/1/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) YIA kembali memperkirakan bahwa Senin (8/1/2024) ini DIY akan kembali diguyur hujan dengan intensitas lebat. Hujan ini diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah di DIY. "Siang sampai sore hari berpotensi hujan sedang hingga lebat," kata BMKG Stamet YIA, Senin (8/1/2024). 

Potensi hujan sedang hingga lebat ini diperkirakan dapat terjadi di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul bagian utara dan tengah, Kabupaten Kulon Progo bagian utara dan tengah. "Serta di kabupaten Gunungkidul," ucap BMKG Stamet YIA. 

Baca Juga

Untuk itu, masyarakat pun diminta untuk waspada terhadap potensi hujan lebat ini. Terlebih, kondisi cuaca tersebut diperkirakan masih akan terjadi hingga beberapa prkan kedepan di DIY. "Waspada potensi hujan sedang-lebat di Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul bagian utara dan tengah, Kulon Progo bagian utara dan tengah, dan Gunungkidul," jelas BMKG Stamet YIA. 

Sementara itu, juga diperkirakan di bagian wilayah lainnya di DIY akan terjadi hujan dengan intensitas ringan siang hingga sore ini. Mulai dari Kulon Progo bagian selatan dan Bantul bagian selatan. "Malam hari berpotensi hujan ringan di seluruh wilayah DIY," kata BMKG Stamet YIA. 

Seperti diketahui, diprediksi bahwa cuaca ekstrem berpotensi terjadi di DIY selama sepekan ke depan hingga pertengahan Januari 2024. Cuaca ekstrem ini berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir, serta angin kencang.

Untuk itu, masyarakat pun diminta waspada terhadap potensi cuaca ekstrem ini. Termasuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi yang bisa diakibatkan oleh cuaca ekstrem. "Khusus untuk daerah bertopografi curam,bergunung, atau tebing atau rawan longsor dan banjir agar tetap waspada terhadap dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem. Seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang dan berkurangnya jarak pandang," kata Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono belum lama ini. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement