Senin 08 Jan 2024 09:26 WIB

BMKG: Sebagian Wilayah Banten Dilanda Hujan Lebat dan Angin Kencang

Suhu udara rata-rata 23-32 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan 65-95 derajat.

Sejumlah anak bermain saat terjadi banjir di Perumahan Pondok Maharta, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (6/1/2024). BMKG mengimbau masyarakat wilayah Banten mewaspadai hujan lebat.
Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Sejumlah anak bermain saat terjadi banjir di Perumahan Pondok Maharta, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (6/1/2024). BMKG mengimbau masyarakat wilayah Banten mewaspadai hujan lebat.

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar cuaca di wilayah Banten dilanda hujan lebat dan angin kencang disertai petir pada Senin (8/1/2024). Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kelas I Serang Tatang Rusmana di Serang, Banten, Senin, mengatakan pihaknya mengeluarkan peringatan dini waspada potensi hujan lebat dan petir disertai angin kencang yang melanda sebagian besar wilayah Banten, yaitu Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Peringatan dini waspada potensi cuaca buruk tersebut, kata dia, dikeluarkan karena berpeluang menimbulkan bencana alam, seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung. Suhu udara rata-rata 23-32 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan 65-95 derajat dan tiupan angin bergerak dari arah barat laut hingga timur dengan kecepatan 05-30 kilometer/jam.

Baca Juga

Pada pagi hari berawan dan siang hari hujan dengan intensitas ringan dan sedang.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini waspada bagi pelaku pelayaran, khususnya perahu nelayan dan kapal tongkang, yang melintasi perairan selatan Banten, Samudera Hindia selatan Banten di pesisir Kabupaten Lebak dan Selat Sunda bagian selatan Banten di pesisir Kabupaten Pandeglang, karena tinggi gelombang antara 1,25 meter sampai 2,50 meter.

Sementara itu, penyeberangan Pelabuhan Merak - Bakauheni relatif normal dan aman untuk pelaku pelayaran, khususnya perahu nelayan, kapal feri, kapal tongkang, kapal pesiar, dan kapal kargo, melintasi perairan Selat Sunda bagian utara, karena tinggi gelombang rendah hanya 1,25 meter.

 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement