Ahad 07 Jan 2024 17:15 WIB

BMKG Ingatkan Nelayan Waspadai Tinggi Gelombang Perairan Banten

Gelombang di perairan Banten diprediksi hingga 2,5 meter pada 7 dan 8 Januari.

Seorang pria mengamati gelombang tinggi (ilustrasi). BMKG mengingatkan nelayan untuk mewaspadai gelombang tinggi di Perairan Banten hingga 2,5 meter pada 7 dan 8 Januari 2023.
Foto: Antara/Adwit B Pramono
Seorang pria mengamati gelombang tinggi (ilustrasi). BMKG mengingatkan nelayan untuk mewaspadai gelombang tinggi di Perairan Banten hingga 2,5 meter pada 7 dan 8 Januari 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pelaku pelayaran khususnya perahu nelayan dan kapal tongkang agar mewaspadai tinggi gelombang 2,5 meter di Perairan Banten Selatan, Samudera Hindia Selatan Banten, dan Selat Sunda bagian Selatan.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kelas I Serang Tatang Rusmana, di Serang, Banten, Ahad (7/1/2023), mengatakan pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini waspada keselamatan pelaku pelayaran yang melintasi Perairan Banten Selatan, Samudera Hindia Selatan Banten dan Selat Sunda bagian Selatan.

Baca Juga

Sebab, ketinggian gelombang di perairan itu berkisar antara 1,2 sampai 2,5 meter (sedang) mulai berlaku tanggal 7 sampai dengan 8 Januari 2024. Dengan demikian, BMKG mengeluarkan peringatan dini agar pelaku pelayaran dapat meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari kecelakaan laut.

Saat ini, kata dia, cuaca di perairan Banten cukup buruk, sehingga berisiko tinggi terhadap keselamatan nelayan dan kapal tongkang. Oleh karena itu, pihaknya minta pelaku pelayaran mulai Pantai Anyer, Carita, Labuan, Panimbang, Cikeusik, Sumur dan Ujung Kulon pesisir Selat Sunda bagian selatan dapat meningkatkan kewaspadaan jika melaut.

Begitu juga di pesisir Kabupaten Lebak mulai Pantai Binuangeun, Tanjung Panto, Sukahujan, Panggarangan, Cihara, Bayah, Pulomanuk dan Sawarna. "Kami berharap pelaku pelayaran dapat mematuhi peringatan dini itu agar tidak menimbulkan kecelakaan laut," katanya.

Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan atau SAR Nasional (Basarnas) Banten Adil Triyanto mengatakan pihaknya hingga hari kedua bersama tim SAR gabungan melakukan penyisiran korban nelayan terseret gelombang di Pantai Tanjung Panto Kabupaten Lebak atas nama Ahmid (28).

Korban yang sehari-hari nelayan mengalami kecelakaan laut, Sabtu (6/1/2024) pukul 11.00 WIB, saat mencari gurita di sekitar Perairan Tanjung Panto dengan menggunakan ban yang secara tiba-tiba diterjang gelombang tinggi dan terbawa arus laut hingga terlepas dari ban dan menghilang. "Kami berharap pencarian korban pada hari kedua bisa ditemukan," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement