Jumat 05 Jan 2024 22:56 WIB

Operasi SAR Kecelakaan Kereta di Cicalengka Dihentikan 

Total terdapat empat korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta di Cicalengka.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Friska Yolandha
Petugas melakukan proses evakuasi korban tabrakan kereta di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/1/2024). Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban meninggal dunia kecelakaan rangkaian kereta api lokal Bandung Raya yang bertabrakan dengan kereta api Turangga. PT KAI menyatakan 4 orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Penyebab kecelakaan hingga kini masih dalam proses penyelidikan.
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Petugas melakukan proses evakuasi korban tabrakan kereta di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/1/2024). Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban meninggal dunia kecelakaan rangkaian kereta api lokal Bandung Raya yang bertabrakan dengan kereta api Turangga. PT KAI menyatakan 4 orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Penyebab kecelakaan hingga kini masih dalam proses penyelidikan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Proses evakuasi korban kecelakaan KA Turangga dan KA Commuter Line Bandung Raya di Cicalengka, Kabupaten Bandung, telah dihentikan pada Jumat (5/1/2024) pukul 17.30 WIB. Operasi SAR dihentikan setelah korban keempat berhasil dievakuasi tim gabungan. 

Kepala Basarnas Bandung, Hery Marantika secara resmi menutup pelaksanaan operasi SAR kecelakaan kereta yang menyebabkan empat orang meninggal dunia itu. Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian kembali ke satuannya masing masing.

Baca Juga

"Terima kasih banyak untuk seluruh unsur SAR yang terlibat pada pelaksanaan operasi SAR penanganan khusus laka KA Turangga dan KA Bandung Raya. Semoga menjadi amal kebaikan," kata dia melalui keterangan tertulis, Jumat. 

Kecelakaan antara KA Turangga relasi Surabaya Gubeng-Bandung dan KA Commuter Line Bandung Raya itu diketahui terjadi di terjadi di jalur petak Stasiun Cicalengka-Haurpugur pada Jumat sekitar pukul 06.00 WIB. Total terdapat empat korban meninggal dunia dalam kecelakaan itu.

Berdasarkan catatan Basarnas Bandung, korban pertama yang dievakuasi tim SAR gabungan merupakan masinis atas nama Julian Dwi (29 tahun), pada pukul 08.00 WIB. Korban merupakan masinis KA Commuter Line Bandung Raya.

Korban kedua yang berhasil dievakuasi adalah Ponisam (48), yang merupakan asisten masinis Ka Commuter Line Bandung Raya. Korban dievakuasi pada sekitar pukul 09.50 WIB. 

Sementara itu, korban ketiga dievakuasi yang berhasil dievakuasi adalah Andriansyah (31), yang merupakan seorang pramugara. Korban dievakuasi pada sekitar pukul 13.20 WIB. 

Terakhir, tim SAR gabungan mengevakusi korban atas nama Enjang Yudi (40), seorang petugas keamanan KA. Korban terakhir dapat dievakuasi pada pukul 17.29 WIB.

Sedangkan jumlah korban selamat berdasarkan data yang dihimpun dari RSUD Cicalengka, RS AMC Cileunyi, RS Edelweiss Bandung, dan RS Santosa Bandung yaitu sebanyak 34 orang. 

Dari data PT KAI, dari total penumpang KA Turangga yang terlibat kecelakaan berjumlah 287 orang. Sementara penumpang KA Commuter Line Bandung Raya sebanyak 191 penumpang. Dari total penumpang itu, tidak ada korban meninggal dunia.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement