Rabu 27 Dec 2023 22:01 WIB

Jalan Layang di Bandung Ditutup Saat Malam Tahun Baru

Pemprov Bandung akan segera melakukan sosialisasi penutupan jalan layang.

Kendaraan melintas di Jembatan Layang (Flyover) Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (21/8/2023).
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Kendaraan melintas di Jembatan Layang (Flyover) Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (21/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin mengungkapkan telah merencanakan jalan layang di Bandung akan ditutup sepanjang malam pergantian tahun 2023 ke 2024.

Hal tersebut dilakukan karena ketika larut dalam kegembiraan malam pergantian tahun, ada potensi masyarakat lupa diri dan membuang material dari atas jalan layang. Ini membahayakan pengendara atau orang lain di bawah.

Baca Juga

"Tadi mendapat informasi, di Bandung mohon masyarakat memerhatikan flyover itu. Jadi seperti Pasoepati, itu akan ditutup di malam tahun baru. Untuk keamanan, kadang masyarakat karena senang suka melempar," kata Bey di Gedung Sate Bandung, Rabu (27/12/2023).

Bey mengatakan Pemprov segera menginstruksikan dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bandung untuk melakukan sosialisasi penutupan flyover sepanjang malam pergantian tahun baru.

"Nanti kami koordinasi dengan Kota Bandung untuk merespons. Jangan sampai masyarakat (tidak tahu). Jangan sampai membahayakan dan menimbulkan kemacetan baru," ucapnya.

Dalam momen periode libur tahun baru 2024, Bey mengatakan Pemprov Jabar memprediksi akan terjadi lonjakan pengunjung di Kawasan Pangandaran. Situasi ini, diakuinya akan berbeda pada periode liburan tahun baru 2023 di mana masyarakat cenderung memilih berlibur di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

"Terjadi peningkatan wisatawan baik ke Pangandaran. Natal tidak, tapi tahun baru terjadi peningkatan dan kalau tahun lalu di kawasan Bogor," ucapnya.

Dengan prediksi tersebut, Bey optimistis lalu lintas akan berjalan aman meski diprediksi terjadi kemacetan, mengingat pemangku kebijakan terkait seperti kepolisian dan Dinas Perhubungan sudah mempersiapkan sejumlah strategi dalam memitigasi hal membahayakan di jalan raya, termasuk kemacetan.

"Sudah aman, ini peningkatan sangat tinggi. Semuanya situasional," tuturnya.

Sejauh ini, Bey mengaku telah terjadi peningkatan mobilitas masyarakat di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat sampai Kabupaten Subang. Ia meminta masyarakat yang berlibur agar betul-betul memastikan kesiapan fisik tubuh dan kendaraan guna mengantisipasi hal tidak terduga selama di perjalanan.

"Kami mendapat laporan jalur Lembang sampai Subang bisa sampai 5-6 jam. Artinya memang kemacetan tidak bisa dihindari dan mohon agar masyarakat yang ingin berlibur, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun umum, pastikan sehat, termasuk anggota keluarga, rombongan karena macet membuat capek," ucapnya.

Lalu, pastikan kendaraan yang digunakan dalam keadaan fit karena kalau beberapa macet ada yang mogok dan sebagainya. Selain itu, Bey juga meminta wisatawan terus memantau prakiraan cuaca, mengingat selama musim hujan, Jawa Barat kerap mengalami cuaca ekstrem yang dapat membahayakan.

​​​​​​​"Lalu pantau kondisi cuaca ke BMKG, apakah akan hujan atau tidak. Hati-hati cuaca ekstrem. Ikuti terus pengumuman atau arahan dari BMKG. Di jalan, ikuti dari petugas kepolisian," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement