Ahad 17 Dec 2023 17:26 WIB

Cegah Lonjakan Covid-19 di Bantul, Masyarakat Diimbau Terapkan Prokes

Dinkes Bantul menemukan beberapa kasus Covid-19 namun mayoritas tanpa gejala.

Memakai masker sebagai salah satu prokes Covid-19 (ilustrasi). Dinkes Bantul mengimbau masyarakat menerapkan prokes untuk mencegah lonjakan Covid-19 di kawasan tersebut.
Foto: Dok. Freepik
Memakai masker sebagai salah satu prokes Covid-19 (ilustrasi). Dinkes Bantul mengimbau masyarakat menerapkan prokes untuk mencegah lonjakan Covid-19 di kawasan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengimbau masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes). Hal ini dinilai penting dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 yang kini terus meningkat di beberapa daerah.

"Sebagai langkah antisipasi, kami mengimbau masyarakat di Bantul selalu waspada, selalu siaga menghadapi adanya kasus Covid-19 dan kami berharap protokol kesehatan tetap dilakukan," kata Kepala Dinkes Bantul Agus Tri Widyantara di Bantul, Ahad (17/12/2023).

Baca Juga

Menurut dia, protokol kesehatan seperti cuci tangan pakai sabun selalu dilakukan, kemudian ketika berada di daerah-daerah yang berpotensi terjadi penularan di kerumunan yang masif sebaiknya masyarakat tetap menggunakan masker. "Apalagi masyarakat yang punya komorbid atau penyakit penyerta, tentunya ketika tertular Covid-19 risikonya lebih besar dari pada yang tidak punya komorbid," katanya.

Dia mengatakan di Kabupaten Bantul sejak beberapa hari lalu kasus konfirmasi positif Covid-19 masih ditemukan satu hingga dua orang, namun mayoritas tanpa gejala sehingga melakukan isolasi di rumah. "Kasus biasanya kami dapatkan ketika dilakukan skrining, misalnya pada ibu-ibu yang mau melahirkan atau operasi. Beberapa RS melakukan skrining dan kadang-kadang didapatkan ada pasien yang positif tapi tanpa gejala, jadi untuk isolasi cukup isolasi di rumah," katanya.

 

Dia juga mengatakan untuk kasus positif Covid-19 periode pekan ini tercatat ada delapan orang, namun hanya melakukan isolasi di rumah, karena pasien yang bersangkutan tanpa ada gejala.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement