Rabu 13 Dec 2023 19:04 WIB

Penemuan Lima Mayat di Unpri, Ini Penjelasan Pihak Kampus

Pihak kampus menegaskan mayat yang ditemukan untuk bahan penelitian.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Agus raharjo
Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia (Unpri) Medan Kolonel (Purn) Susanto.
Foto: Dok. Republika
Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia (Unpri) Medan Kolonel (Purn) Susanto.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN--Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia (Unpri) Medan, Kolonel (Purn) Susanto, membantah di kampusnya telah terjadi kasus pembunuhan. Susanto menyebut penemuan mayat di kampus mereka tidak seperti yang sudah ramai diberitakan di berbagai media.

Mayat yang ada di kampus tersebut adalah cadaver yakni mayat yang selama ini dijadikan bahan penelitian buat mahasiswa Fakultas Kedokteran Unpri. “Pertama, dengan tegas saya nyatakan tidak ada kasus pembunuhan di lingkungan Unpri seperti yang diisukan di masyarakat," kata Susanto, melalui siaran Youtube kampus Unpri yang dikutip Republika.co.id, Rabu (13/12/2023).

Baca Juga

 

Susanto mengatakan seandainya benar terjadi kasus pembunuhan di lingkungan kampus Unpri, dirinya sebagai bagian dari pimpinan Fakultas Kedokteran Unpri akan melaporkan tindak pidana tersebut ke pihak kepolisian.

 

 

Menurut Susanto Fakultas Kedokteran Unpri Medan berdiri sejak 2008. Di fakultas itu memiliki beberapa ruang laboratorium untuk menunjang proses belajar. Salah satunya, laboratorium anatomi. Dimana salah satu media belajar di laboratorium ini adalah cadaver, yaitu tubuh manusia yang diawetkan.

 

Total cadaver yang dimiliki laboratorium anatomi Unpri sebanyak lima mayat. "Ada 1 perempuan dan 4 laki-laki. Cadaver tersebut telah diadakan oleh rektor terdahulu. Kami sangat yakin di setiap Fakultas Kedokteran di Indonesia memiliki cadaver sebagai media pembelajaran," tegas Susanto.

 

Ia menyesalkan adanya tindakan oknum polisi yang tidak lebih dulu berkoordinasi dengan pihak kampus sebelum menyebutkan cadaver tersebut adalah kasus pembunuhan. “Kami sangat menyesalkan tindakan oknum polisi dari Polrestabes Medan yang kurang koordinasi karena pimpinan universitas tidak pernah dimintai keterangan secara resmi," kata Susanto menambahkan.

 

Memang kata Susanto beberapa hari lalu, ada beberapa oknum yang mengaku polisi mendatangi Unpri pada malam hari untuk mendesak melakukan penggeledahan. Saat penggeledahan pada malam hari itu, tidak ada petugas yang bisa mendampingi.

 

Tapi oknum yang mengaku polisi itu berusaha untuk masuk dan satpam akhirnya memberikan izin untuk menggeledah dan tidak didapati apa pun saat itu. Selanjutnya penggeledahan dilanjutkan kembali sehingga dijumpai lima cadaver di dalam bak cadaver pada laboratorium anatomi.

 

Oknum polisi ini lalu mengeluarkan cadaver tersebut dari tempatnya untuk diperiksa, dan dikembalikan lagi. Susanto meminta Kapolda Sumut untuk menindak oknum yang telah bertindak semena-mena di Unpri. Karena kejadian itu telah mencoreng nama baik kampus Unpri.

 

"Informasi yang kami terima telah terjadi pembunuhan di lingkungan Unpri. Bila ada kasus pembunuhan itu, kami hendak bertanya kepada bapak polisi terhormat. Pertama, kejadiannya dimana. Kedua, siapa pelapor. Ketiga, siapa korban. Keempat, siapa pelaku. Kelima, adakah alat bukti dan saksi," ujar Susanto.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement