Selasa 12 Dec 2023 14:07 WIB

BKKBN: Keluarga Berisiko Stunting di Babel Capai 33.031 Orang

Diperlukan kebijakan pemerintah daerah dalam mencegah dan menekan kasus stunting.

Petugas kesehatan mengukur lingkar kepala anak usia bawah lima tahun (balita) di Posyandu, (ilustrasi)
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Petugas kesehatan mengukur lingkar kepala anak usia bawah lima tahun (balita) di Posyandu, (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALPINANG -- BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan anggota keluarga berisiko stunting di Kepulauan Babel pada 2023 mencapai 33.031 orang sehingga diperlukan kebijakan pemerintah daerah dalam mencegah dan menekan kasus stunting di daerah ini.

"Kami telah melakukan pendataan dan validasi keluarga berisiko di seluruh desa dan kelurahan se-Provinsi Kepulauan Babel," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Babel M Irzal di Pangkalpinang, Selasa (12/12/2023).

Baca Juga

Ia menjelaskan hasil pendataan, verifikasi, dan validasi data keluarga yang anggotanya berisiko stunting yang telah diselesaikan pada 31 Oktober 2023 tercatat 33.031 orang beresiko stunting, dengan perincian 5.629 ibu yang sedang hamil.

Jumlah keluarga beresiko stunting yang punya anak 0 sampai 24 bulan sebanyak 21.680 jiwa, dan anak berusia 24 hingga 29 bulan sebanyak 5.722 jiwa tersebar di tujuh kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka Tengah, Belitung, Belitung Timur, dan Kota Pangkalpinang.

"Kegiatan pendataan, verifikasi dan validasi data keluarga berisiko stunting secara door to door, jadi kami pastikan data ini valid, akurat dan sesuai dengan kondisi di lapangan," ujarnya.

Ia menyatakan, dalam pendataan dan memverifikasi dan menfalidasi data keluarga berisiko stunting ini, BKKBN Provinsi Kepulauan Babel mengerahkan 827 kader pendata, 177 orang supervisor, 41 manajer pengelolaan dan 41 manajer data pada pemutakhiran pendataan keluarga 2023, dan kepada 393 kader tim pendamping keluarga pelaksana verifikasi validasi data keluarga berisiko stunting secara door to door.

Selain itu, juga melibatkan 47 verifikator kecamatan dan 47 pengolah data kecamatan yang telah menyukseskan pelaksanaan Verifikasi Validasi Data Keluarga Berisiko Stunting.

"Data yang telah dihasilkan ini dipastikan mutakhir, valid, berkualitas dan siap dimanfaatkan dalam rangka intervensi program Bangga Kencana, Percepatan Penurunan Stunting, Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem serta pembangunan lainnya," katanya. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement