Rabu 06 Dec 2023 21:46 WIB

Ketum Perhimpunan Alumni Jerman Terpilih Berkomitmen Wujudkan Impian BJ Habibie

Perhimpunan Alumni Jerman menggelar Kongres X

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Nashih Nashrullah
 Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) periode 2023-2028 menggelar Kongres X di Jakarta. Vidi Galenso Syarief kembali terpilih sebagai Ketua Umum
Foto: Dok Istimewa
Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) periode 2023-2028 menggelar Kongres X di Jakarta. Vidi Galenso Syarief kembali terpilih sebagai Ketua Umum

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Vidi Galenso Syarief kembali terpilih sebagai Ketua Umum Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) periode 2023-2028 dalam Kongres X PAJ yang digelar pada 3-4 Desember lalu di Jakarta. Dia merupakan ketum PAJ pada periode sebelumnya.

Vidi mengatakan akan mewujudkan impian mendiang B.J Habibie sebagai founding fathers PAJ agar organisasi berjalan dengan semestinya. Vidi bertekad agar PAJ dapat berkontribusi terhadap Indonesia dari ilmu yang didapatkan di Jerman.

Baca Juga

"Para anggota PAJ, dengan ilmu pengetahuan yang didapat di Jerman diharapkan dapat membantu pemerintah membuka lapangan kerja sekaligus menjadikan profit center-profit center untuk menghidupkan roda organisasi. Kita berdayakan secara moral dan material," ujar Vidi.

Vidi berjanji akan menjadikan PAJ sebagai organisasi yang terbuka sebagaimana visi-misi pada periode sebelumnya bahwa PAJ adalah sebagai lembaga "think tank" (wadah pemikir) untuk bangsa. Menurutnya Indonesia merupakan bangsa yang besar dan memerlukan banyak pemikiran positif.

Vidi menambahkan PAJ akan menjadi organisasi yang mementingkan umat. Sehingga ilmu yang didapatkan dari Jerman dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk kemakmuran masyarakat Indonesia.

"Karena, kita ingin, bukan hanya jadi pelengkap penyerta pembangunan Indonesia, melainkan pelaku utama, pelopor dan pendorong yang nyata dalam membangun bangsa," katanya.

Terpilihnya Vidi menjadi ketua umum PAJ Nasional periode 2023-2028 menjadi tonggak kebangkitan PAJ dalam menyatukan dua kubu yang selama ini berkonflik untuk mengakhiri perpecahan. Ini juga menjadi awal rekonsiliasi yang baik. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement