Rabu 06 Dec 2023 19:27 WIB

Indonesia-Belgia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Penanggulangan Terorisme

Indonesia-Belgia sepakat pentingnya pencegahan terorisme

Pimpinan BNPT bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Belgia H E Annelies Verlinden, yang didampingi  Direktur CUTA Belgia dan pejabat Kementerian Dalam Negeri Belgia lainnya pada Jumat (1/12/2023) lalu.
Foto: Dok Istimewa
Pimpinan BNPT bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Belgia H E Annelies Verlinden, yang didampingi Direktur CUTA Belgia dan pejabat Kementerian Dalam Negeri Belgia lainnya pada Jumat (1/12/2023) lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSEL— Indonesia yang diwakili Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama penanggulangan terorisme dengan Belgia.  

Kepala BNPT RI Komjen Pol Prof Mohammed Rycko Amelza Dahniel, menyampaikan jika kerja sama kedua negara perlu terus ditingkatkan melihat dinamika perkembangan ideologi transnasional yang terjadi di belahan dunia. 

Baca Juga

"Kerja sama ini harus terus ditingkatkan di masa mendatang,” ungkapnya dalam pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Belgia H E Annelies Verlinden, yang didampingi  Direktur CUTA Belgia dan pejabat Kementerian Dalam Negeri Belgia lainnya pada Jumat (1/12/2023) lalu. 

Dalam pertemuan itu, Rycko menyampaikan telah banyak yang dilakukan kedua belah negara dalam mengimplementasikan kerja sama yang telah dilaksanakan sejak 2022. 

 

Dia menjelaskan, berdasarkan perjanjian kerja sama antara Indonesia dan Belgia di bidang penanggulangan terorisme yang telah ditandatangani pada Juni 2022 lalu, telah dilakukan berbagai bentuk kerja sama seperti pertukaran informasi, pengalaman dan pembelajaran terbaik serta penguatan kapasitas dan kapabilitas. 

“Juga telah dilaksanakan pertemuan joint working group, yang pertama dilaksanakan di Belgia dan yang kedua dilaksanakan di Jakarta pada Oktober 2023 lalu," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (6/12/2023). 

Rycko juga menjelaskan, beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti dari hasil pertemuan JWG Oktober lalu, di antaranya pentingnya untuk berbagi pengalaman terkait dengan penanganan wanita dan anak-anak yang terasosiasi dengan FTF (Foreign Terrorist Fighters).   

"Ada lebih dari 60 negara, yang warganya teperdaya dan bergabung dengan FTF di daerah konflik seperti Suriah dan Irak,” kata dia.  

Saat ini, ujar dia, masih banyak pula wanita dan anak-anak yang terasosiasi dengan FTF. Maka, penting untuk berbagi pengalaman terbaik terkait dengan penanganan wanita dan anak-anak yang terasosiasi dengan FTF (Foreign Terrorist Fighters). 

Baca juga: Pesan Rasulullah SAW: Jangan Pernah Tinggalkan Sholat 5 Waktu

Senada dengan Kepala BNPT, Menteri Dalam Negeri Belgia H E Annelies Verlinden menilai peningkatan kerja sama kedua negara dengan berbagi pengalaman dalam mencegah kejadian teror menjadi penting dan strategis.

Menurut dia, Indonesia adalah negara dengan penduduk yang besar,  tentu tidak mudah dalam mengatur dan menjaga keamanannya. Terutama di bidang penanggulangan terorisme, sangatlah penting bagi kedua negara untuk terus meningkatkan kerja sama dan saling berbagi praktik terbaik. 

“Karena pengalaman satu negara pasti akan dapat dipetik hikmahnya dan menjadi pembelajaran bagi negara lainnya untuk dapat mengantisipasi suatu kejadian," ujar dia.    

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement