Rabu 06 Dec 2023 10:31 WIB

Akui Manfaat JKN, Akbar Acungi Jempol Digitalisasi Layanan BPJS Kesehatan

Peserta JKN akui layanan Mobile JKN inovatif dan memudahkan masyarakat

Transformasi layanan berbasis digital yang diterapkan BPJS Kesehatan dalam pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mendapat respon yang positif dari banyak kalangan, termasuk dari peserta yang terdaftar dan merasakan manfaat programnya.
Foto: dok BPJS Kesehatan
Transformasi layanan berbasis digital yang diterapkan BPJS Kesehatan dalam pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mendapat respon yang positif dari banyak kalangan, termasuk dari peserta yang terdaftar dan merasakan manfaat programnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Transformasi layanan berbasis digital yang diterapkan BPJS Kesehatan dalam pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mendapat respons yang positif dari banyak kalangan, termasuk dari peserta yang terdaftar dan merasakan manfaat programnya. 

Salah peserta atau masyarakat yang mengapresiasi digitalisasi layanan JKN tersebut adalah Muhammad Nurul Akbar (30 tahun). Pria yang sehari-hari bekerja sebagai satuan pengamanan (satpam) di salah satu perusahaan Kabupaten Bireuen ini mengaku kagum dengan penyederhanaan administrasi layanan kepesertaan Program JKN sebagai implikasi transformasi digital yang diusung BPJS Kesehatan.

“Saya dapat informasi dari media sosial bahwa sekarang tidak perlu kartu fisik BPJS Kesehatan lagi, cukup dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari Aplikasi Mobile JKN sudah bisa berobat pakai BPJS Kesehatan. Luar biasa canggih sekarang,” ujar pria yang akrab disapa Akbar ini kepada tim Jamkesnews, Kamis (30/11).

Tidak hanya urusan kartu berobat, Akbar juga memberikan apresiasi atas fitur-fitur layanan pada aplikasi yang tersedia gratis di PlayStore dan AppStore tersebut. Menurut dia, Aplikasi Mobile JKN itu dapat juga dimanfaatkan layanan untuk mengambil antrean berobat secara online, bisa untuk mengecek ketersediaan tempat tidur rumah sakit kalau butuh rawat inap, bahkan bisa untuk berkonsultasi online dengan dokter.

 

Maka dari itu Akbar tidak sungkan untuk menyarankan teman-teman atau pun orang-orang terdekat di lingkungannya untuk mengunduh dan memanfaatkan layanan digital yang disediakan BPJS Kesehatan.

"Menurut saya itu sangat inovatif dan jelas bisa membantu memberikan kemudahan untuk masyarakat. Aplikasinya tidak berbayar alias gratis, kita tinggal download dan install satu aplikasi saja sudah bisa dengan mudah mengakses banyak kemudahan layanan JKN. Untuk masuk aplikasinya pun cuma perlu pakai Nomor Identitas Kependudukan (NIK) yang ada di KTP. Penggunaannya sangat mudah, jadi rugi sekali kalau tidak kita manfaatkan, apalagi sekarang sudah hampir semua orang punya smartphone,” ujar Akbar.

Bicara perihal pengalaman menerima manfaat jaminan kesehatan yang sudah dikantonginya sejak beberapa tahun lalu, pria ini mengaku sangat terbantu dengan keberadaan Program JKN. Ia dan keluarganya tak sekalipun merasakan kesulitan secara finansial untuk pengobatan penyakit mendiang sang ayah hingga akhir hayatnya.

“Sebelum meninggal ayah sering berobat pakai BPJS Kesehatan. Walaupun saya dapat yang dari kantor tapi alhamdulillah keluarga saya yang lainnya juga dapat BPJS Kesehatan dari kampung. Jadi sama sekali tidak ada keluar uang untuk berobat ayah, paling cuma perlu untuk biaya jalan ke rumah sakit saja,” ujarnya mengenang sosok ayah yang dulu kerap ia temani berobat di salah satu rumah sakit di kawasan Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh ini.

Akbar mengakui bahwa program pemerintah Provinsi Aceh yang memberikan jaminan kesehatan untuk seluruh masyarakatnya melalui integrasi sistem jaminan kesehatan dengan BPJS Kesehatan sangat membantu keluarganya dan banyak masyarakat Aceh lainnya. Akbar pun berharap program penjaminan kesehatan masyarakat Aceh yang saat ini sudah baik akan terus berlangsung.

“Sudah pasti kami sangat berterima kasih dan merasa terbantu dengan kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat. Keluarga kami dan masyarakat lainnya sekarang bisa dengan tenang berobat ke rumah sakit tanpa perlu memikirkan biaya pengobatan. Seluruh rumah sakit di Aceh juga sudah bisa menerima pasien BPJS Kesehatan. Pelayanan yang diberikan pun sekarang sudag jauh lebih baik, mudah dan cepat. Ditambah lagi tidak perlu pikirkan biaya. Semoga program ini tidak pernah putus supaya semua masyarakat Aceh bisa terbantu,” tutupnya mengakhiri perbincangan.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement