Ahad 03 Dec 2023 09:19 WIB

Buruh Ancam Mogok Nasional Tolak UMK Seluruh Indonesia

Serikat buruh mengeklaim 750 ribu orang akan memenangkan Partai Buruh.

Buruh dari berbagai serikat dan konfederasi melakukan aksi di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/11/2023). (Ilustrasi)
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Buruh dari berbagai serikat dan konfederasi melakukan aksi di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/11/2023). (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Buruh dari serikat pekerja sektor energi, kimia, dan pertambangan mengancam akan melakukan mogok nasional sebagai bentuk penolakan UMK. Rencana aksi itu diputuskan saat ratusan pimpinan buruh dari serikat pekerja sektor energi, kimia, dan pertambangan menggelar pertemuan di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Ketua Umum FSPKEP KSPI Sunandar mengaku, ada dua tujuan dari pertemuan pimpinan buruh di Cikarang. Pertama, mengevaluasi perkembangan UMK di seluruh Indonesia. Hasilnya, FSPKEP KSPI menolak hasil keputusan gubernur dan siap menjalankan perlawanan dengan mogok nasional.

Baca Juga

"Kemarin baru mogok nasional awalan. Dan karena UMK diputuskan tidak sesuai dengan aspirasi kaum buruh, kami siap melakukan perlawanan lanjutan dengan cara mogok nasional," tuturnya dalam keterangan tertulis, Ahad (3/12/2023).

Selain rencana mogok nasional, pertemuan ini juga untuk mendeklarasikan pemenangan calon legislatif dari partai Buruh di semua tingkatan sekaligus memenangkan Partai buruh. Sunandar mengeklaim 750 ribu buruh beserta keluarganya akan bekerja keras memenangkan Partai Buruh agar lolos ambang batas parlemen 4 persen di Pemilu 2024.

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak untuk memenangkan Partai Buruh. Ia mengaku semakin optimistis dapat lolos ke Senayan dalam Pemilu 2024 mendatang.

"Dengan adanya dukungan dari buruh pertambangan, kemenangan itu semakin dekat," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement