Kamis 30 Nov 2023 21:26 WIB

SPJM Lakukan Pendampingan kepada Tiga Pemenang Mitra UMKM 

Diarapkan mentor juga membimbing para mitra UMKM SPJM mengembangkan strategi merk.

Tiga pemenang yang mengikuti presentasi proposal bisnis saat SPJM Support UMKM.
Foto: Republika.co.id
Tiga pemenang yang mengikuti presentasi proposal bisnis saat SPJM Support UMKM.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Subholding Pelindo Jasa Maritim, enyampaikan perkembangan mitra UMKM yang mendapat pendampingan dari mentor berpengalaman yang disiapkan secara khusus oleh perusahaan. Hal itu dilakukan sebagai wujud kesungguhan dalam mendukung usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Mitra UMKM terpilih setelah mengikuti kompetisi presentasi proposal bisnis saat kegiatan SPJM Support UMKM tahap II pada Agustus 2023. Ketiga pemenang adalah pemilik merek Abon Mbak Dwi (juara 1), Tapoji (juara 2), dan Dapur Mama (juara 3).

Sekretaris Perusahaan PT Pelindo Jasa Maritim, Tubagus Patrick Tribudi Utama Iskandar, menjelaskan, kegiatan itu melibatkan tiga mentor berpengalaman yang memiliki latat belakang berbeda. Mereka adalag Tsalis Kurniawan (pendamping bidang social return on investment), Sutan Faisal Lubiz (pendamping digital marketing), dan Ahmad Nur Kholis (pendamping brand strategist).

"Sebagai follow up dari seleksi tersebut, ketiga mitra UMKM kemudian mendapatkan bimbingan khusus untuk pengembangan usahanya," ujar Patrick dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (30/11/2023)

Patrick menyampaikan, saat ini, para mitra UMKM sedang merancang strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan nilai sosial dan ekonomi dari produk dan layanan mereka. Selain itu, mentor memandu para mitra UMKM SPJM dalam memanfaatkan potensi pemasaran digital. 

Dengan peningkatan visibilitas online dan strategi pemasaran yang lebih efektif, sambung dia, UMKM diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Sehingga nantinya dapat meningkatkan penjualan mereka.

Patrick melanjutkan, diharapkan mentor juga membimbing para mitra UMKM SPJM dalam mengembangkan strategi merek yang kuat dan kohesif. Dengan fokus pada identitas merek dan diferensiasi, kata dial UMKM diarahkan untuk membangun citra yang positif dan membedakan diri di pasar yang kompetitif.

"Pendampingan ini dilaksanakan selama tiga bulan dan sudah berjalan di bulan ke dua akhir, progres saat ini menunjukkan hasil positif terhadap dampak lingkungan, sosial dan ekonomi serta peningkatan kinerja dan kapasitas usaha dari ketiga mitra UMKM," ujar Patrick.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement