Rabu 29 Nov 2023 21:53 WIB

Kinerja Penurunan Stunting Kota Sukabumi Diganjar Penghargaan Pemprov Jabar

Stunting akan menghambat kesehatan generasi muda Indonesia.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi pencegahan stunting.
Foto: www.freepik.com
Ilustrasi pencegahan stunting.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi meraih penghargaan dalam ajang Aksi Stunting Award yang digelar Pemprov Jawa Barat di Hotel Savoy Homan, Bandung, Selasa (28/11/2023). Kota Sukabumi meraih Terbaik Ke II dalam kategori Kabupaten/Kota dengan Kinerja Terbaik dalam Pelaksanaan Aksi Konvergensi Penurunan Angka Stunting Tahun 2023. 

Penyerahan penghargaan dilakukan Penjabat (Pj) Sekda Jawa Barat Taufiq Budi Santoso kepada Pj Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji yang didampingi Pj Ketua TP PKK Kota Sukabumi Diana Rahesti. Dalam momen itu hadir pula Direktur Jendral Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Restuardy Daud.

Baca Juga

''Alhamdulilah, Kota Sukabumi memperoleh penghargaan dengan kinerja terbaik ke II Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting tahun 2023,'' ujar Pj Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji, Selasa. Pencapaian ini adalah berkat kerja sama semua tim di lingkup Pemkot Sukabumi.

Namun, kata Kusmana, ke depan Sukabumi masih mempunyai tantangan ke depan. Khususnya mulai saat ini memulai lagi, bagaimana upaya-upaya untuk terus menurunkan angka stunting sampai ke target yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

 

''Penurunan angka prevalensi stunting di Kota Sukabumi sudah sampai di angka 19,2 persen dan sesuai target untuk sampai pada 14 persen di tahun 2024,'' ungkap Kusmana. Upaya pencegahan ditambah dengan penguatan melalui beberapa program dengan turun langsung ke lokasi yang memang terindikasi ada stunting terus dilakukan. 

Selain itu Kusmana, mendorong peningkatan layanan kesehatan khususnya penurunan stunting dan pencapaian imunisasi dasar lengkap. Ia menyampaikan tugas semua elemen dalam menekan angka stunting agar target nasional 14 persen terwujud dan harus berkolaborasi.

Misalnya memperhatikan kesehatan calon pengantin perempuan agar bayi lahir sehat. Sebab kesehatan ibu menentukan kesehatan bayi yang dilahirkan.

Kusmana menilai angka prevalensi stunting di Sukabumi sudah baik. Namun ke depan diperlukan inovasi agar kasus stunting terus menurun.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement