Rabu 29 Nov 2023 12:02 WIB

Kampus Digital Bisnis UNM Adakan Pembinaan untuk Bisnis Mahasiswa

Pembinaan ini bentuk komitmen UNM dalam mendukung bisnis mahasiswa

Dalam rangka pembinaan bisnis kepada mahasiswa, Kampus Digital Bisnis Universitas Nusa Mandiri (UNM) bekerja sama dengan Nusa Mandiri Center kembali menyelenggarakan Seminar Program Pembinaan Bisnis Mahasiswa (P2BM) 2023. Seminar ini mengangkat tema Problem Solving.
Foto: dok UNM
Dalam rangka pembinaan bisnis kepada mahasiswa, Kampus Digital Bisnis Universitas Nusa Mandiri (UNM) bekerja sama dengan Nusa Mandiri Center kembali menyelenggarakan Seminar Program Pembinaan Bisnis Mahasiswa (P2BM) 2023. Seminar ini mengangkat tema Problem Solving.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam rangka pembinaan bisnis kepada mahasiswa, Kampus Digital Bisnis Universitas Nusa Mandiri (UNM) bekerja sama dengan Nusa Mandiri Center kembali menyelenggarakan Seminar Program Pembinaan Bisnis Mahasiswa (P2BM) 2023. Seminar ini mengangkat tema Problem Solving. 

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (15/11/2023) lalu berlangsung di aula UNM kampus Jatiwaringin. Seminar P2BM ini dihadiri oleh 41 peserta yang terdiri dari mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Nusa Mandiri, dengan menghadirkan alumni sukses yakni Hamdan, CEO Malakatech, Muhammad Romadhona Kusuma sebagai Founder Menara Masjid. 

Arif Hidayat wakil rektor nonakademik menyampaikan pentingnya pembinaan bisnis untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks pada era digital saat ini. 

“Pembinaan ini bentuk komitmen UNM dalam mendukung bisnis mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan pada era digital. Dengan mengikuti P2BM diharapkan dapat memberikan motivasi dan wawasan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dalam berbisnis,” katanya.

 

Kemudian narasumber pertama, Hamdan memaparkan pengalamannya dalam membangun sebuah bisnis, bagaimana pentingnya peran UMKM dalam perekonomian di Indonesia.

“Teman-teman mahasiswa harus tahu kapan memulai bisnis, harus tahu segmentasi pasar kita, dan siapa target potensial dalam bisnis kita nantinya,” ujarnya.

Selanjutnya, narasumber kedua, Muhammad Romadhona Kusuma memaparkan materi problem solving, di mana materi ini bertujuan untuk membantu peserta mengatasi masalah dalam bisnis mereka dengan cara yang efektif dan efisien.

“Dalam membangun sebuah aplikasi bisnis yang terpenting adalah aplikasi tersebut tepat guna,” katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement