Senin 27 Nov 2023 15:43 WIB

Baca Nyaring dan Bikun Baca, Cara Tim Pengmas UI Ajak Anak Kembali Cinta Membaca 

Minat membaca anak-anak saat ini semakin menurun

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
Tim Pengmas UI mengajak anak-anak membaca nyaring sebagai metode agar anak fokus kembali mencintai bacaan.
Foto: dok istimewa
Tim Pengmas UI mengajak anak-anak membaca nyaring sebagai metode agar anak fokus kembali mencintai bacaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Penggunaan gawai oleh anak-anak di bawah umur semakin marak pascapandemi Covid-19. Hal ini berbanding terbalik dengan minat baca yang semakin menurun. 

Membaca dianggap sebuah kegiatan yang tidak menarik bagi sebagian besar anak usia dini dibandingkan menonton konten di layar gawai atau bermain berbagai permainan digital dalam jaringan. 

Baca Juga

Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut, salah satunya adalah kurangnya upaya dalam meningkatkan minat baca sejak anak usia dini. Kegiatan membaca menjadi tidak menarik saat buku-buku yang diperkenalkan pada anak sejak usia dini berfokus pada kemampuan membaca mereka. 

Mulai dari pengenalan huruf, mengeja, dan merangkai kata sehingga tujuan menanamkan kegemaran membaca buku dan menyampaikan nilai-nilai yang terdapat di dalamnya menjadi tidak tercapai pada sebagian besar anak-anak usia dini. 

Padahal, kecintaan membaca dan penanaman nilai moral dalam setiap buku adalah salah satu modal untuk menciptakan generasi gemilang yang kaya ilmu pengetahuan, mampu berpikir kritis, dan dapat menyelesaikan berbagai permasalahan di masa yang akan datang. 

Tim Pengabdian Masyarakat Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI) yang diketuai Wiwin Triwinarti, MA  dari Program Studi Arab Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya menyadari pentingnya penanaman gemar membaca dan pemberian hak pendidikan yang laik pada anak usia dini demi menciptakan generasi yang unggul dan bahagia. 

Oleh karena itu, kata Wiwin, Tim Pengabdian Masyarakat UI mengadakan kegiatan yang bertujuan untuk membangkitkan minat baca anak sejak dini, juga memberikan kesadaran kepada orang tua terhadap pentingnya menanamkam kecintaan pada kegiatan membaca, serta berupaya memfasilitasi anak-anak dengan media (rak buku) dan buku-buku bacaan yang bermanfaat dan menarik bagi mereka.

Dia menjelaskan, tim ini  melaksanakan kegiatan membaca nyaring dan penyediaan rak buku, yang diberi nama “Bikun Baca” bagi anak usia dini di Sekolah Bermain Matahari, Pondok Cina, Depok, Jawa Barat. 

"Bikun", kata dia, merupakan akronim dari 'Bis Kuning' yang merupakan ikon dari Universitas Indonesia. Rak buku berbentuk Bis Kuning ini diharapkan memiliki daya tarik bagi anak untuk mendatangi buku-buku yang disediakan di sekolah kemudian mereka tertarik untuk membacanya.

Wiwin mengatakan kegiatan pengmas yang didanai oleh DPPM UI ini mengangkat tema ‘Gerobak Baca "Bikun" sebagai Upaya Peningkatan Minat Baca Anak Sejak Dini di Sekolah Matahari Kota Depok’. 

Kegiatan yang beranggotakan dosen, yaitu Gina Najjah Hajidah, M Hum, Letmiros, MA dan  tujuh orang mahasiswi Program Studi Arab FIB UI ini, menurut Wiwin, berlangsung selama tiga bulan mulai persiapan hingga pelaksanaan. 

Pelaksanaan Membaca Nyaring dilakukan pada 14 Oktober 2023. Para mahasiswa melakukan kegiatan ini juga dalam rangka melaksanakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan membacakan cerita tentang lingkungan di hadapan anak didik Sekolah Bermain Matahari (SBM). Selanjutnya, pada 29 Oktober 2023 dilakukan penyerahan Rak "Bikun Baca" serta buku anak-anak. 

Dia menuturkan, Sekolah Bermain Matahari dipilih menjadi target kegiatan ini karena sekolah ini merupakan lembaga non-profit yang didirikan untuk menjadi wadah belajar bagi anak-anak di sekitar wilayah tersebut. 

photo
Bikun Baca diserahkan untuk SBM Depok- (Dok Istimewa )

“Tim Pengmas UI bersama dengan pengelola dan pengajar SBM Depok berharap kegiatan yang telah dilakukan tersebut dapat meningkatkan minat baca anak usia dini dengan fokus membuat mereka gemar membaca buku sejak dini,” kata dia, dalam keterangannya, Senin (27/11/2023).

Kepala Sekolah SBM, Salma Salima Hariza Nihru, menyatakan tentu kegiatan ini sangat menarik, menyenangkan, dan bermanfaat untuk adik-adik karena ketika kegiatan dilakukan tampak antusiasme adik-adik. 

“Mereka sangat senang jika diajak bercerita, dibacakan cerita, apalagi cerita-cerita yang dibacakan oleh kakak-kakak tim Pengmas itu sesuai dengan kurikulum yang sedang diterapkan di sekolah kami, seperti masalah lingkungan, merawat diri sendiri dan sekitar," kata dia.

Baca juga: Tujuh Kerugian Ekonomi Zionis Israel Akibat Agresinya di Jalur Gaza

Salma mengatakan kegiatan bercerita memang sudah menjadi kegiatan rutin di SBM karena itu anak-anak sangat antusias ketika dilakukan kegiatan bercerita dengan metode Membaca Nyaring. 

Pihaknya berterima kasih atas kegiatan dan fasilitas rak buku "Bikun Baca" yang diberikan oleh Tim Pengabdian Masyarakat UI. Dia berharap kegiatan yang telah dilaksanakan akan menjadi kenangan yang baik bagi anak-anak maupun Tim Pengmas UI, serta membuat tim Pengmas UI semakin banyak menebar manfaat, tidak hanya di Sekolah Bermain Matahari. "Sangat bagus, lucu, dan menarik. Adik-adik pasti suka," kata dia mengomentari bikun baca.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement