Ahad 26 Nov 2023 20:04 WIB

Pemkot Bandar Lampung Tangani 1.202 Kasus ISPA, Paling Banyak Menyerang Balita

Kasus ISPA di Kota Bandar Lampung paling banyak menyerang pada balita.

Balita mengalami ISPA ilustrasi). Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung Provinsi Lampung menangani sebanyak 1.202 kasus inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA), mayoritas diderita balita.
Foto: www.hippopx.com
Balita mengalami ISPA ilustrasi). Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung Provinsi Lampung menangani sebanyak 1.202 kasus inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA), mayoritas diderita balita.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung Provinsi Lampung menangani sebanyak 1.202 kasus inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Angka tersebut tercatat dari Januari hingga November 2023.

"Tercatat dari Januari hingga November 2023 kami menangani 1.202 kasus ISPA di Bandar Lampung," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Desti Mega Putri di Bandar Lampung, Ahad (26/11/2023).

Baca Juga

Dia menjelaskan, kasus ISPA di Bandar Lampung cenderung menurun pada 2023 ini dibandingkan dengan tahun lalu, di mana Dinkes menangani kasus yang sama mencapai 1.984 penderita. "Kami bersyukur tahun ini kasus ISPA menurun, kalau di 2022 itu jumlah penderita 1.984 kasus, tahun ini 1.202," katanya.

Desti juga menyebutkan bahwa kasus ISPA di Kota Bandar Lampung paling banyak menyerang pada balita dibandingkan dengan anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua. "Jadi penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian atau lebih dari saluran napas, termasuk jaringan sinus atau rongga di sekitar hidung, rongga telinga tengah dan pleura ini, mayoritas penderitanya adalah balita," katanya.

 

Desti Mega Putri juga menyebutkan gejala dari ISPA yang biasa dialami yakni mulai dari batuk berdahak maupun batuk kering, kemudian hidung tersumbat lendir, terdapat pembengkakan, serta sakit tenggorokan dan demam hingga sesak napas. "Lalu penderita juga akan merasakan sakit kepala, nyeri otot dan sendi, lemas, suara serak atau hilang hingga nyeri sinus, bahkan juga mual muntah, diare hingga nafsu makan menurun," katanya.

Pelaksana Tugas Kadinkes Bandarlampung itu pun mengatakan bahwa hingga kini terdapat dua kecamatan di kota ini yang paling banyak terjadi kasus ISPA-nya, yakni Kecamatan Panjang dan Kecamatan Sukabumi.

"Guna mengantisipasi terjangkit ISPA, masyarakat diharapkan dapat menjaga pola hidup sehat dan bersih (PHBS), serta waspada pada perubahan iklim. Dan untuk perokok aktif diharapkan menjauh bila ingin merokok agar orang di sekitarnya tidak jadi perokok pasif," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement