Jumat 17 Nov 2023 17:24 WIB

EXIST Jadi Langkah Konkret Telkom dalam Menerapkan ESG di Tahun 2024  

EXIST menjadi semangat Telkom dalam mewujudkan masa depan berbasis ESG.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Gita Amanda
Dirut PT Telkom Indonesia Tbk, Ririek Adriansyah, aktivis SGD UNPDP Chelsea Islan dan Direktur Keuangan Manajemen Resiko Heri Supriyadi di sela peresmian logo EXIST program ESG Telkom pada acara Telkom ESG Day di Yogyakarta, Kamis (16/11/2023). Sejumlah kegiatan digelar dengan tema ESG for The Next Generation dengan acara talkshow, peresmian logo ESG Telkom dan penanaman pohon.
Foto: REPUBLIKA/YOGI ARDHI
Dirut PT Telkom Indonesia Tbk, Ririek Adriansyah, aktivis SGD UNPDP Chelsea Islan dan Direktur Keuangan Manajemen Resiko Heri Supriyadi di sela peresmian logo EXIST program ESG Telkom pada acara Telkom ESG Day di Yogyakarta, Kamis (16/11/2023). Sejumlah kegiatan digelar dengan tema ESG for The Next Generation dengan acara talkshow, peresmian logo ESG Telkom dan penanaman pohon.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkenalkan program EXIST (ESG Existence for Sustainability by Telkom Indonesia) sebagai langkah konkrit dalam mewujudkan kehidupan dan bisnis yang lebih berkelanjutan. Program ESG Telkom melalui EXIST akan hadir dengan tiga pilar utama yaitu Environmental (lingkungan), Social (sosial), dan Governance (tata kelola).

“EXIST menjadi semangat Telkom dalam mewujudkan masa depan berbasis ESG yang bertujuan untuk mewujudkan bisnis berkelanjutan dengan menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat melalui layanan dan solusi inovatif yang dimiliki,” kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Heri Supriadi, dalam rangkaian acara ESG Day di Yogyakarta, Kamis (16/11/2023) lalu.

Baca Juga

Pada pilar Environmental, jelas Heru, Telkom bersama seluruh anak perusahaan dan afiliasi berkomitmen mendukung target pemerintah pusat untuk mencapai target Net Zero Emission 2060, di antaranya melalui penerapan waste management oleh Telkom Property dan Telkomsel dengan program Jaga Bumi. Telkom Group juga berupaya mereduksi emisi, salah satunya dengan penggunaan solar panel pada BTS Telkomsel, Telkom Infra, termasuk Mitratel.

“Tak hanya itu, dukungan juga diberikan melalui penggunaan lithium battery untuk tower Mitratel dan pembangunan green data center oleh NeutraDC,” kata Heri.

Untuk pilar sosial, Telkom mendukung keberagaman talenta melalui program rekrutmen untuk karyawan disabilitas, serta pengembangan talenta digital yang selaras dengan program prioritas Kementerian BUMN 2020-2024. Terakhir, pilar Governance, menjadi upaya Telkom membangun kepercayaan para stakeholder, termasuk pelanggan akan keamanan dan perlindungan data pribadi pelanggan serta etika bisnis.

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, berharap implementasi ESG dapat terus dioptimalkan, bukan hanya untuk perusahaan namun juga untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Implementasi ESG melibatkan banyak stakeholders agar dapat terus berlangsung dan sustain. Acara ini juga diharapkan dapat sekaligus mempererat hubungan dengan Pemda Yogyakarta dalam mendukung suksesnya ESG Telkom. Diharapkan dengan ESG ini, Indonesia dapat menjadi negara yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta menjadi tempat hidup yang sehat untuk kita semua. Sehingga kita bisa mewariskan sesuatu yang baik untuk anak cucu kita semua,” ujar Ririek.

photo
Dirut PT Telkom Indonesia Tbk, Ririek Adriansyah dan aktivis SGD UNDP Chelsea Islan menanam pohon di kawasan Desa Girikerto Kabupaten Sleman, sebagai bagian rangkaian acara Telkom ESG Day di Yogyakarta, Kamis (16/11/2023). Sejumlah kegiatan digelar dengan tema ESG for The Next Generation dengan acara talkshow, peresmian logo ESG Telkom dan penanaman pohon. - (REPUBLIKA/YOGI ARDHI)

 

Sebagai bagian dari rangkaian Telkom ESG Day, Telkom juga melaksanakan penanaman 1.000 bibit pohon di Desa Girikerto, yang turut dihadiri oleh Lurah Girikerto, Sudibyo. Desa Girikerto merupakan desa penyangga air di Kawasan Gunung Merapi, di mana sumber mata airnya bermanfaat untuk kehidupan dan wajib untuk dijaga.

Tak hanya itu, desa ini juga memiliki program pengembangan Agro Buah dengan luas lahan 4,03 ha, yang bertujuan untuk menaikkan taraf hidup masyarakat dengan menanam tanaman yang produktif dan menghasilkan dampak ekonomi berkelanjutan (circular economy).

“Penanaman bibit ini menjadi langkah awal komitmen Telkom dalam pengimplementasian ESG. Semoga apa yang kita lakukan bisa berkelanjutan dan menghasilkan manfaat untuk kita semua,” kata Ririek.

Telkom ESG Day juga menghadirkan serangkaian kegiatan yaitu sharing sessions bersama para expert internal dan eksternal, di antaranya Director Climate & Sustainability Deloitte Indonesia, Alstair Bharata serta SDG Mover UNDP Indonesia, Chelsea Islan. Hal ini sekaligus menjadi upaya Telkom dalam mengedukasi masyarakat dan para peserta khususnya, akan peran penting ESG untuk generasi mendatang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement