Jumat 17 Nov 2023 15:10 WIB

Pj Gubernur Jabar Pantau Kondisi Jalan Parung Panjang Pekan Depan

Pj Gubernur Jabar akan memantau kondisi jalan rusak di Parung Panjang pekan depan.

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Bilal Ramadhan
Aktivitas truk tambak yang tak mengenal waktu berdampak pada rusaknya jalan di Parung Panjang. Pj Gubernur Jabar akan memantau kondisi jalan rusak di Parung Panjang pekan depan.
Foto: dok. Republika
Aktivitas truk tambak yang tak mengenal waktu berdampak pada rusaknya jalan di Parung Panjang. Pj Gubernur Jabar akan memantau kondisi jalan rusak di Parung Panjang pekan depan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menyatakan akan melihat langsung situasi dan kondisi jalan rusak berat yang ada di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bey mengaku sudah mendapatkan banyak laporan dari masyarakat terkait jalan yang rusak akibat truk-truk tambang itu dan menilai kondisi tersebut sangat merugikan masyarakat.

“Banyak warga melaporkan. Itu kan yang banyak dilalui oleh truk-truk. Ya rusak sekali dan masyarakat sangat dirugikan. Insya Allah pekan depan saya lihat jalannya,” ujar Bey seusai gelaran Aksi Damai Solidaritas untuk Palestina di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/11/2023).

Baca Juga

Dia mengungkapkan, laporan yang masuk kepadanya terkait jalan rusak memang paling banyak di daerah yang terus dilalui oleh truk pengangkut hasil tambang itu. Sebab itu, pihaknya akan mencoba berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memperbaiki jalan rusak berat di Parung Panjang jika memang anggaran yang pronvisi miliki tidak memungkinkan.

“Parung Panjang juga termasuk. Jalan rusak ini nanti akan kami koordinasikan dengan Kementerian PUPR kalau memang dari kami anggarannya tidak memungkinkan. Tapi kami sudah mendapatkan laporan dari masyarakat,” ujar Bey.

Warga Parung Panjang, Kabupaten Bogor, yang tergabung dalam Parung Panjang Bersatu hendak menggelar aksi demonstrasi menuntut pengimplementasian Peraturan Bupati (Perbup) Bogor Nomor 120 Tahun 2021 terkait pembatasan waktu operasional kendaraan angkutan tambang. Mereka hendak turun ke jalan akibat perbup tersebut tidak dilaksanakan sehingga persoalan jalan semakin parah.

“Perbup itu tidak dilaksanakan. Bupati harus bertanggung jawab dong. Bikin perbup kok tidak dilaksanakan. Kan udah ada jamnya. Dari siang tuh nggak boleh ada yang lewat (kendaraan tambang) tapi dilewat-lewatin. Itu petugas diem aja berarti kenapa? Apa nggak bisa kerja, apa emang ada apa? Kan kita nggak tahu,” ujar Ketua Parung Panjang Bersatu Ule Sulaeman kepada Republika.co.id, Kamis (16/11/2023).

Sebab itu, kata dia, warga Parung Panjang hendak melakukan demonstrasi di sekitar kantor Kecamatan Parung Panjang pada pekan depan. Di mana, aksi tersebut dilakukan agar Bupati Bogor Iwan Setiawan menengok ke daerah Parung Panjang yang memang berada di ujung perbatasan dengan Kabupaten Tangerang. Menurut dia, peraturan yang dibuat harus dilaksanakan oleh perangkat daerah terkait tak bisa diserahkan kembali ke masyarakat.

Kan harusnya perbup itu gini, dibikin perbup, perangkatnya udah ada dong. Jam tayang sekian, berarti siapa yang harus nunggu. Jangan diserahin lagi ke masyarakat. ‘Masyarakat harus bantu’, ya nggak bisa begitu. Perbupnya dilaksanakan harus oleh merekalah,” kata Ule.  

Republika memantau kekacauan di Jalan Raya Sudamanik pada pagi, siang, sore, dan malam hari. Memang ada kalanya jalan lancar, tapi tak jarang pula tersendat akibat truk-truk yang melintas di jalan tersebut. Truk yang beroperasi itu kadang terlihat kosong, tak jarang berisi batu atau pasir hasil tambang. 

Di samping adanya truk yang terus melaju, banyak pula truk yang parkir di pinggir jalan menunggu jam operasional berlangsung. Antrean truk inilah yang kerap mengular di sepanjang Jalan Raya Sudamanik.

Jalan yang hanya ada dua jalur, satu jalurnya dipakai oleh truk-truk itu. Sehingga, truk atau kendaraan lain yang hendak melintas harus menggunakan jalur satunya melawan arah.

Pantauan Republika.co.id, kemacetan kerap terjadi akibat hal tersebut. Di mana, kendaraan yang menggunakan satu jalur itu saling berhadap-hadapan menghambat perjalanan satu sama lain.

Sementara, truk-truk yang parkir di satu sisi jalan hanya diam dengan mesin yang mati. Tak jarang memakan waktu lama untuk truk yang diam itu untuk jalan dan memberi ruang kendaraan yang berhadap-hadapan untuk masuk ke jalur yang semestinya.

Selain itu, tak jarang kemacetan juga terjadi akibat truk yang mengalami mogok, baik karena mesin, ban pecah, atau patah as roda. Kemacetan semakin parah terjadi ketika truk yang mogok berada di lajur yang tak semestinya akibat truk-truk yang parkir di pinggir jalan. Proses penanganan yang tak jarang lambat juga semakin menambah panjang antrean kendaraan yang terhambat.

Patahnya as roda truk-truk itu bukan tanpa sebab. Jalan yang berlubang di mana-mana menjadi salah satu penyebabnya. Di sepanjang jalan yang Naufal lalui, setidaknya ada tiga titik yang rusak parah dengan jarak yang tidak pendek. Tak jarang truk bermuatan harus menggunakan jalur di sebelahnya hanya untuk menghindari lubang-lubang di jalan tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement