Rabu 15 Nov 2023 17:26 WIB

Dinas Kominfotik Gelar Jakarta Smart City Forum 2023

Pemerintah bisa membuat beragam inovasi smart city untuk Jakarta menjadi kota global.

Kepala Jakarta Smart City sedang memberi sambutan.
Foto: dok. Republika
Kepala Jakarta Smart City sedang memberi sambutan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Untuk menyambut Jakarta menjadi kota cerdas berskala global, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi DKI Jakarta melalui Jakarta Smart City menggelar Jakarta Smart City Forum 2023 dengan tema “Transformasi Jakarta Menjadi Kota Cerdas Berskala Global”, di Ayana Midplaza, Jakarta Pusat, Selasa, 14 November 2023.

Acara tersebut menjadi wadah pertemuan memperluas jejaring kerja sama, serta mengapresiasi inovasi yang telah diciptakan founders, innovators, pemilik startup, komunitas, serta jaringan kota cerdas lainnya. 

Perwakilan kota-kota di Indonesia dan berbagai belahan dunia juga bertukar ilmu serta pengalaman dalam mengusung smart city, dengan dihadiri lebih dari 500 peserta (perwakilan pemerintah, startup, akademisi, hingga masyarakat umum). 

Acara puncak Jakarta Smart City Forum 2023 ini berlangsung dihadiri Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta yang turut menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko. 

Sigit berharap, Jakarta Smart City Forum tak hanya jadi ruang diskusi, tapi juga media memperlihatkan produk-produk smart city yang sudah dihasilkan. “JSC Forum 2023 menghadirkan optimisme Pemprov DKI Jakarta bahwa Jakarta sebagai kota global pascaperpindahan ibu kota negara dapat diwujudkan dengan bersinergi, ini sama seperti cita provinsi Sukses Jakarta untuk Indonesia," katanya. 

Acara puncak Jakarta Smart City Forum 2023 diawali laporan Kepala Unit Pelaksana Jakarta Smart City Yudhistira Nugraha. 

“Jakarta Smart City Forum 2023 merupakan bentuk kontribusi Jakarta bagi Indonesia pada tahun terakhir sebagai Daerah Khusus Ibukota. Semoga kesuksesan Jakarta ini menjadi karya bagi nusantara, dapat menginspirasi pemerintah kota lain maupun para pelajar dan generasi penerus bangsa,” katanya. 

Setelah itu, Penjabat (Pj.) Gubernur Provinsi DKI Jakarta Heru Budi Hartono turut menyampaikan apresiasi dan harapannya secara daring  kepada Jakarta Smart City Forum 2023.

“Saya menyambut baik pelaksanaan Jakarta Smart City Forum sebagai upaya mendorong transformasi Jakarta menuju kota global. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan indeks kesiapan teknologi informasi dan komunikasi dan mempersiapkan Jakarta sebagai pusat talenta digital,” ujarnya.

Kemudian, acara puncak Jakarta Smart City Forum 2023 resmi dibuka Aspem Sekda  Sigit. “Pemerintah bisa membuat beragam inovasi smart city untuk Jakarta menjadi kota global, tapi tanpa komunitas dan partisipasi berbagai pihak, hasilnya tak akan maksimal. Harapannya, di Jakarta Smart City Forum ini akan muncul ide mengenai kebutuhan dasar sebuah kota serta rekomendasi  arah Jakarta sebagai pusat perekonomian  kota,” katanya. 

Pada acara tersebut, Pemprov DKI Jakarta, diwakili Aspem Sekda Sigit dan Kepala Unit Pelaksana Jakarta Smart City Yudhistira, memberikan penghargaan kepada para pelajar, akademisi dan startup yang telah menciptakan solusi atas permasalahan dalam masyarakat melalui program-program Jakarta Smart City. 

Sebut saja, startup JakBon (Jakarta Karbon) yang penelitiannya mengenai automasi pemantauan jejak karbon berhasil dipilih sebagai inovasi terbaik dari program Hack4ID bersama Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. 

JakBon menawarkan layanan automasi pemantauan jejak karbon dan langkah pengurangannya berbasis masyarakat melalui integrasi data di aplikasi JAKI sebagai solusi permasalahan kualitas udara Jakarta yang menurun. Layanan ditawarkan dalam bentuk fitur penghitungan jejak karbon, fitur lencana untuk pengguna, dan fitur dagang karbon.

Penghargaan turut diberikan kepada juara penelitian terbaik program Data Science Trainee, yakni How JAKI Categorize Problems Automatically oleh Sheila Maulida Intani. Penelitian ini membahas tentang kebutuhan terhadap sistem klasifikasi teks yang efisien untuk mengkategorisasikan laporan warga pada fitur Laporan Warga di JAKI.   

Terakhir, penghargaan juga diberikan kepada juara pertama Student Science Research tingkat SMA/SMK yang dimenangkan kelompok SIJAWAN dari SMK Negeri 26 Jakarta dengan penelitian “Meninjau Kebersihan Kecamatan Pulo Gadung: Tantangan dan Progres Penanganan Sampah”.

Penelitian tersebut bertujuan mencari solusi paling efektif untuk mengurangi serta mengelola masalah sampah di Kecamatan Pulo Gadung.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement