Sabtu 11 Nov 2023 19:10 WIB

Anies dan Surya Paloh Senada Sindir Calonkan Anak Maju dalam Kontestasi Politik

Surya Paloh ingin anaknya Prananda bagai anak elang yang terbang hebat nanti.

Rep: Eva Rianti/ Red: Erik Purnama Putra
Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon presiden (capres) Koalisi Perubahan, Anies Rasyid Baswedan menyampaikan, tidak akan menerapkan cara instan untuk membantu anaknya maju dalam kontestasi politik. Pernyataan itu senada dengan pandangan Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh.

Surya sempat menyinggung tentang alasan tak mencalonkan anaknya, yaitu Prananda untuk maju sebagai cawapres di Koalisi Perubahan. "Untung Pak Surya Paloh jawabnya gitu, kalau tidak saya punya kerumitan juga kemarin-kemarin," kata Anies dalam konferensi pers usai perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-12 Nasdem di Nasdem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11/2023).

Baca Juga

 

Anies mengatakan, salah satu hal yang penting adalah memberikan kesempatan kepada anak-anaknya untuk menjalani proses pertumbuhan secara alami. Sehingga, anak-anaknya bisa merajut pengalaman dan pengetahuan serta jaringan terlebih dahulu sebagai bekal.

 

 

"Jadi saya termasuk yang mempercayai itu, apalagi saya tumbuh besar di dalam suasana pendidikan. Di pendidikan itu disebut sukses bukan bilamana meraih sesuatu, sukses itu bilamana bangkit dari kejatuhan. Itu bagian dari pertumbuhan pembelajaran," ucap gubernur DKI periode 2017-2022 tersebut.

Anies menjelaskan, perlunya membiarkan dulu anak-anak untuk ditempa beragam masalah dan tantangan. Sehingga, potensi yang ada dalam dirinya bisa berkembang. "Maka izinkan mereka menjalani hidupnya, kegiatannya sesuai dengan teman sebayanya dan sesuai minat dan aspirasinya," ujarnya.

 

Sebelumnya di dalam acara perayaan HUT ke-12 Partai Nasdem, salah satu kader Nasdem yang menanyakan kenapa Surya Paloh tidak memajukan anaknya sebagai cawapres, dan lebih memilih Abdul Muhaimin Iskandar menjadi pendamping Anies. Surya mengaku akan berpikir-pikir terlebih dahulu untuk mengusung anaknya maju dalam kontestasi pilpres.

 

"Saya pikir yang pertama, saya coba intip dulu anak saya. Saya lihat baik-baik dia ini cocok apa enggak ya," kata Surya. Dia mengatakan, hal kedua adalah mengenai kepantasan jika anaknya dicalonkan sebagai cawapres akan pas atau tidak.

Surya merasa perlu berhati-hati untuk membuat keputusan seperti itu. "Yang kedua tentu saya berpikir dalam hati saya (merasa) pantas atau enggak dia jadi calon wapres, walaupun saya punya kesempatan mencalonkan dia. Tapi saya pikir ini pantas atau tidak," ujar Surya disambut tepuk tangan dari para audiens.

 

Adapun yang ketiga, Surya berharap, adaa proses yang perlu dilalui anaknya untuk lebih banyak mengenyam pengalaman dan proses bertumbuh. Sehingga ketika sudah merasakan jatuh bangun kehidupan, dia pun tumbuh menjadi sosok yang tegar. "Bagai anak elang yang terbang hebat nanti," tutur Surya.

 

"Jadi mungkin kalau anak saya berani bertanya kepada saya, maka saya akan katakan tunggu dulu akan tiba saatnya, itupun kalau saya berumur panjang," kata Surya menambahkan.

Isu dinasti politik mencuat lantaran dicalonkannya putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres Prabowo Subianto dari Koalisi Indonesia Maju (KIM). Isu itu menghangat saat Ketua MK Anwar Usman yang tidak lain merupakan paman Gibran mengabulkan putusan perkara nomor 90 tentang batas usia capres-cawapres.

Putusan itulah yang melanggengkan Gibran maju dalam Pilpres 2024. Gibran yang berusia 36 tahun bisa maju sebagai cawapres dengan status sebagai kepala daerah.

Akan tiba saatnya...

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement