Jumat 10 Nov 2023 23:49 WIB

IHWG Ungkap Pentingnya Menjaga Hidrasi untuk Kesehatan

Gerakan Nasional Hidrasi Sehat 2023 merupakan hasil kerjasama IHWG FKUI dan Danone

Ilustrasi minum air putih.
Foto: Foto: Republika/Yogi Ardhi
Ilustrasi minum air putih.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indonesian Hydration Working Group Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (IHWG FKUI) menggelar Gerakan Nasional Hidrasi Sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat itu bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga hidrasi sehat melalui air minum yang berkualitas dan pemenuhan gizi seimbang.

“Air sebagai salah satu zat gizi makro esensial mempunyai fungsi yang sangat penting dalam berbagai proses dalam tubuh manusia, di antaranya sebagai pembentuk sel dan cairan tubuh, sebagai pengatur suhu tubuh, sebagai pelarut, sebagai pelumas dan bantalan, sebagai media transportasi, dan sebagai eliminasi sisa metabolisme,” jelas Dekan FKUI Ari Fahrial Syam lewat siaran pers, Jumat (10/11/2023).

Sebab itu, kata dia, kecukupan konsumsi air minum dalam setiap kesempatan setiap hari perlu diperhatikan. Menurut dia, kekurangan asupan air minum akan berakibat pada terjadinya dehidrasi jangka pendek yang mengakibatkan mulut kering dan haus, lemah, pusing, mood dan konsentrasi terganggu, suhu tubuh terganggu, dan jantung berdebar. 

“Apabila dehidrasi itu berlangsung terus dalam jangka panjang berpotensi pada gangguan yang lebih serius seperti penyakit ginjal kronis, infeksi saluran kemih, penyakit jantung, obesitas, kanker, dan diabetes,” terang dia.

Gerakan Nasional Hidrasi Sehat 2023 merupakan hasil kerjasama IHWG FKUI dan Danone-Aqua yang juga berkolaborasi dengan FK Universitas Sumatera Utara (FK USU). Kegiatan itu dilaksanakan di Berastagi, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan itu, Ketua IHWG FKUI Diana Sunardi menekankan, tidak hanya kuantitas yang perlu dicukupi, kualitas air minum juga penting untuk diperhatikan. Berdasarkan hasil penelitian yang pihaknya lakukan, banyak penduduk Indonesia masih kurang minum. Itu sebabnya edukasi perlu dilakukan untuk mengingatkan pentingnya konsumsi air dalam jumlah yang cukup disesuaikan dengan usia dan aktivitas agar tubuh dapat berfungsi secara optimal.

Pada umumnya, kata Diana, setiap orang perlu minum delapan gelas atau dua liter air minum setiap harinya. Di samping itu, yang tidak kalah penting, perlu juga memperhatikan kualitas air minum yang dikonsumsi. Air minum yang baik dan berkualitas adalah air yang tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, serta bebas dari cemaran dan kontaminan.

“Oleh karena itu dalam menjalankan aktivitas apapun dalam keseharian, tubuh kita memerlukan asupan cairan dengan jumlah yang cukup serta memperhatikan kualitas airnya,” terang dia.

Sejalan dengan hal tersebut, Hydration Science Consultant Danone-Aqua Tria Rosemiarti menjelaskan, air minum yang berkualitas harus berasal dari sumber yang terpilih, terlindungi dan terjaga kemurniannya. Untuk itu, diperlukan berbagai upaya untuk menjaga keberlanjutan ekosistem di sekitar sumber air termasuk memberdayakan komunitas di sekitarnya agar kualitasnya selalu terjaga.

“Aqua yang berasal dari sumber mata air pegunungan seperti yang diproduksi Pabrik Aqua Berastagi yang terletak di kaki gunung Sibayak ini telah memenuhi syarat sebagai air minum yang berkualitas dan dapat dikonsumsi secara berkala,” jelas Tria.

IHWG FKUI merupakan salah satu klaster riset di dalam lingkup FKUI yang memiliki kepedulian utama pada hidrasi dan kesehatan. Dalam perjalanannya sejak 11 tahun lalu, IHWG selalu mengedepankan visi sebagai klaster riset yang meningkatkan ilmu pengetahuan tentang hidrasi dan membagikan pengetahuan terkait hidrasi dan kesehatan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement