Rabu 08 Nov 2023 19:35 WIB

Kemenpora Dorong Pemuda Berwirausaha

Kemenpora selenggarakan kuliah penumbuhan minat kewirausahaan Pemuda.

Ilustrasi pemuda dilatih untuk berwirausaha.
Foto: Baznas
Ilustrasi pemuda dilatih untuk berwirausaha.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kuliah Penumbuhan Minat Kewirausahaan Pemuda di Sleman, Rabu (8/11/2023).

Kegiatan yang dibuka oleh Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Kemenpora Hendro Wicaksono ini juga dihadiri Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa.

Baca Juga

Danang Maharsa mendukung lahirnya wirausaha muda di Kabupaten Sleman, mengingat besarnya potensi generasi muda Sleman.

"Terlebih lagi Pemkab Sleman telah memiliki program inkubasi wirausaha dalam rangka membangun ekosistem usaha dan melalui minat kaum muda dalam menjaring kemitraan usaha dengan UMKM," katanya.

Menurut dia, saat ini Kabupaten Sleman memiliki 109.693 UMKM. Besarnya angka ini adalah potensi, namun demikian belum tentu semua UMKM ini dapat berkembang dan naik kelas.

"Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sleman berupaya memberikan dukungan penuh bagi generasi muda untuk berwirausaha," katanya.

Danang menekankan bahwa dukungan pemerintah tidak ada artinya jika tidak ada keinginan kuat dari pelaku UMKM.

"Seluruh peserta kuliah ini saya harapkan mampu memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dan mewujudkan ilmu yang didapat dalam bentuk kreatifitas dan inovasi. Gunakan kesempatan ini untuk belajar, menimba ilmu, menambah wawasan, mengasah ketrampilan dan membangun jejaring mitra kerja," katanya.

Ia mengatakan, apapun hasil dari kegiatan ini, adalah hasil yang patut diapresiasi.

"Jangan patah semangat dan terus fokus dalam mencapai target," katanya.

Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Kemenpora Hendro Wicaksono mengatakan, penyelenggaraan kegiatan ini menjadi salah satu upaya menumbuhkembangkan minat serta mensosialisasikan konsepsi kewirausahaan pemuda untuk menciptakan calon wirausaha muda.

Menurut dia, Kabupaten Sleman dipilih menjadi pilot project dikarenakan memiliki Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) yang tinggi.

"Menurut analisis Bappenas yang IPP nya tinggi, tertinggi itu DIY, untuk kabupatennya adalah Sleman. Kami mau lihat (Sleman) seperti apa yang bisa diperkuat, yang bisa ditingkatkan dari sisi apanya, ini akan kita analisis terus. Dari sini akan kita akan coba pelajari apa yang bisa kita tularkan kepada daerah lain," katanya.

Selain itu, kata dia, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam menghadapi tantangan ekonomi global pada masa tahap pemulihan pascapandemi COVID-19.

"Diharapkan melalui kegiatan ini dapat menumbuhkan motivasi berwirausaha bagi pemuda dan memperluas peluang lapangan kerja," katanya.

Pada kesempatan ini dilakukan diskusi bersama tokoh pemuda yakni Anggia Pino, Founder Gumun.id dan Budy Sugandy Ketua Umum Indonesi Council of Youth Development.

Kegiatan dihadiri sebanyak 220 orang dari organisasi kepemudaan, selain mendapatkan ilmu, peserta juga mendapatkan fasilitas penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB).

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement