REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) akan bekerja sama dengan Danantara untuk pengelolaaan Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) di Cibubur, Jakarta Timur. Rencana strategis ini diungkapkan oleh Menpora RI Erick Thohir dalam acara silaturahmi dengan awak media di Jakarta, Selasa (24/2/2026) malam.
"Kami akan membentuk Badan Layanan Umum (BLU) untuk nanti bekerja sama dengan Danantara mengelola RSON," kata Menpora Erick.
Dalam penjelasannya, Menpora berharap pengelolaan fasilitas RSON bisa menghasilkan uang untuk menutup operasional pengelolaan Cibubur Youth Elite Sport Center (CYESC), pemusatan latihan bagi atlet muda nasional di Cibubur. Sebab, kata Menpora, untuk merawat fasilitas tersebut dibutuhkan anggaran mencapai Rp6 miliar per tahun. Padahal, dana yang dimiliki Kemenpora hanya berkisar di Rp600 juta.
"Jadi, jika pengelolaan RSON berjalan dan memberikan hasil, bisa merawat fasilitas olahraga di sana dengan baik," katanya.
Menpora mengatakan Kemenpora tengah bekerja untuk bisa mewujudkan kerja sama tersebut agar bisa berjalan dalam tahun ini. Langkah tersebut, kata dia, merupakan bagian dari revitalisasi fasilitas CYESC menjadi pusat rehabilitasi dan sport science. Ini merupakan salah satu dari 20 program kerja Kemenpora yang berusaha dituntaskan Erick dalam masa kerjanya.
Dalam penjelasannya kepada awak media, Menpora Erick menyampaikan satu per satu program besar Kemenpora yang mencakup penyederhanaan regulasi, peningkatan prestasi olahraga, pemudayaan olahraga di masyarakat, pembinaan atlet usia dini, penyiapan dana pensiun atlet hingga Training of Trainers (ToT) untuk atlet disabilitas.
Menpora juga menyampaikan upaya kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyiasati keterbatasan dana, seperti Danantara, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian UMKM, hingga Kementerian Pariwisata. Ia mencontohkan, Kementerian Pariwisata sudah memberikan sembilan item terkait Sport Tourism untuk dikelola oleh Kemenpora.
Pada bidang kepemudaan, Kemenpora memiliki program Youth Camp yang akan menggabungkan seluruh program kepemudaan yang ada di Kemenpora untuk disinergikan dengan daerah.
Sementara fokus utama Kemenpora tahun ini adalah prestasi atlet pada ajang Asian Games dan Asian Para Games yang akan digelar di Jepang.
"Dari 20 program ini, mungkin tak semuanya selesai tahun ini. Ada yang butuh waktu untuk pelaksanannya. Mungkin tahun ini tujuh program bisa terwujud, terus yang belum kita coba lagi tahun berikutnya," kata Menpora.