Rabu 08 Nov 2023 19:19 WIB

Jokowi akan Hadiri KTT Luar Biasa OKI Bahas Situasi Gaza

Negara Arab dan OKI akan bertemu di Arab Saudi untuk bahas konflik Gaza.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Teguh Firmansyah
Presiden Joko Widodo
Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Presiden Joko Widodo

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menghadiri secara langsung KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Arab Saudi yang akan digelar pada Ahad (12/11/2023). KTT OKI tersebut digelar untuk membahas kondisi terkini di Gaza setelah terus menerus diserang Israel.

"Ya betul. Presiden direncanakan akan hadir pada KTT Luar Biasa OKI untuk bahas Gaza," kata Koordinator Staf Khusus Presiden RI, Ari Dwipayana saat dikonfirmasi, Rabu (8/11/2023).

Baca Juga

Kendati demikian saat ditanya lebih lanjut terkait poin apa saja yang nanti akan dibawa oleh Presiden dalam pertemuan tersebut, Ari meminta untuk menunggu keterangan resmi dari Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

"Nanti saja ya. Pasti akan diupdate oleh Bu Menlu," ujar Ari.

Seperti diketahui, para pemimpin negara-negara Arab dan anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) akan bertemu di Arab Saudi untuk membahas konflik yang terus berlangsung di Jalur Gaza.

Kementerian Luar Negeri Saudi dalam pernyataannya, Selasa (7/11), menyatakan bahwa KTT negara-negara Arab akan diadakan di Riyadh pada Sabtu (11/11/2023), serta para pemimpin OKI akan bertemu pada Minggu (12/11/2023) guna membahas konflik di Gaza dan dampak kemanusiaan yang ditimbulkannya.

Dalam pertemuan darurat tersebut, pemimpin OKI juga akan mendiskusikan serangan Israel di Jalur Gaza. Israel telah melancarkan serangan udara dan darat di Jalur Gaza, menyusul serangan lintas batas yang dilancarkan kelompok Hamas Palestina pada 7 Oktober 2023.

Konflik itu telah menewaskan sedikitnya 10.328 warga Palestina, sedangkan Israel mencatat hampir 1.600 warganya terbunuh. Selain banyaknya korban jiwa dan arus pengungsi besar-besaran, pasokan kebutuhan pokok bagi 2,3 juta penduduk Gaza semakin menipis akibat pengepungan Israel.

 

N Dessy Suciati Saputri

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement