Jumat 27 Oct 2023 15:10 WIB

Wapres: Perbaikan Pola Pengasuhan Bantu Atasi Anak Stunting

Perbaikan Pola asuh juga penting untuk ketahanan pangan dan akses sanitasi.

Rep: Fauziah Mursid / Red: Friska Yolandha
Wakil Presiden Maruf Amin memberikan sambutan dalam seremoni pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-10 tahun 2023, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (26/10/2023). Pelaksanaan ISEF ke-10 tahun 2023 tersebut mengangkat tema Accelerating Sharia Economy and Finance through Digitalization for Inclusive and Sustainable Growth. ISEF ke-10 ini diselenggarakan mulai 25 hingga 29 Oktober 2023 dengan rangkaian kegiatan terdiri dari seminar bertaraf nasional dan internasional, business matching, showcase internasional, dan eksibisi serta bebagai kompetisi. Melalui penyelenggaran ISEF ke-10 ini diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkuat upaya mengintegrasikan pemikiran dan inisiatif seluruh penggiat ekonomi syariah dalam pengembangan ekonomi keuangan syariah Indonesia.
Foto: Republika/Prayogi
Wakil Presiden Maruf Amin memberikan sambutan dalam seremoni pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-10 tahun 2023, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (26/10/2023). Pelaksanaan ISEF ke-10 tahun 2023 tersebut mengangkat tema Accelerating Sharia Economy and Finance through Digitalization for Inclusive and Sustainable Growth. ISEF ke-10 ini diselenggarakan mulai 25 hingga 29 Oktober 2023 dengan rangkaian kegiatan terdiri dari seminar bertaraf nasional dan internasional, business matching, showcase internasional, dan eksibisi serta bebagai kompetisi. Melalui penyelenggaran ISEF ke-10 ini diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkuat upaya mengintegrasikan pemikiran dan inisiatif seluruh penggiat ekonomi syariah dalam pengembangan ekonomi keuangan syariah Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mendorong perbaikan praktik pengasuhan sebagai upaya intervensi percepatan penurunan stunting di Indonesia. Kiai Ma'ruf mengatakan, pola pengasuhan yang masuk kategori intervensi sensitif ini menjadi hal yang perlu didorong sebagai edukasi mengenai stunting.

"Terkait dengan pengasuhan, edukasi mesti diberikan juga kepada keluarga besar, karena dalam budaya kita, pengasuhan tidak hanya dilakukan oleh orang tua, tetapi juga oleh nenek dan kakek, bahkan anggota keluarga besar lainnya," ujar Kiai Ma'ruf saat hadir dalam pencanangan inisiatif gotong royong untuk pengentasan stunting dan kemiskinan ekstrem di Jakarta Pusat, Kamis (26/10/2023).

Baca Juga

Kiai Ma'ruf melanjutkan, perbaikan juga penting untuk ketahanan pangan dan akses sanitasi. Sementara pada intervensi spesifik, Kiai Ma'ruf mendorong peningkatan konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja puteri dan ibu hamil, pemeriksaan kehamilan minimal enam kali selama kehamilan, pemberian ASI Eksklusif, makanan pendamping ASI dengan gizi tepat, serta Imunisasi Dasar Lengkap. 

"Selain itu, perlu peningkatan kapasitas kader dan petugas Puskesmas untuk pemantauan pertumbuhan dan edukasi," ujarnya.

Ia meyakini, jika berbagai upaya ini terus dilakukan maka target penurunan angka prevalensi stunting hingga 14 persen pada 2024 tercapai. Saat ini berdasarkan survei Status Gizi Indonesia (SSGI) terbaru angka stunting Indonesia yakni 21,6 persen pada 2022. 

Menurutnya, berbagai upaya sudah dilakukan, mulai dari penajaman, perbaikan cakupan dan kualitas intervensi spesifik dan sensitif, hingga perbaikan sistem pendataan dan pelaporan. Pemerintah juga memastikan keterlibatan aktif berbagai lembaga nonpemerintah, seperti dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi profesi, lembaga filantropi, mitra pembangunan, LSM, dan sebagainya. 

Ia pun meyakini berbagai upaya ini akan memberikan hasil untuk angka prevalensi stunting.

"Kita punya waktu satu tahun ke depan untuk mencapai target prevalensi stunting 14 persen pada 2024. Dengan mempertimbangkan berbagai upaya yang dilakukan, saya yakin prevalensi stunting akan terus turun secara signifikan," ujarnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement